Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Pembagian Daging Qurban Belum Merata

Pembagian Daging Qurban Belum Merata

Ibadah qurban setiap tahun dilaksanakan sebagai wujud kepedulian orang beriman kepada kaum miskin kepada masyarakat pada umumnya.

Pelaksanaannya , ada yang melalui panitia qurban di berbagai lembaga,terutama DKM Masjid atau Pondok Pesantren, ada juga dikelola oleh keluarganya.

Yang paling banyak menerima titipan Hewan Qurban biasa DKM Mesjid  yang bertetanggaan dengan perumahan elit atau di pusat-pusat kota yang bertetanggaan dengan Lembaga Perguruan Tinggi, atau yang bertetanggan dengan Kantor-kantor Pemerintahan, atau di Lembaga-lembaga Pendidikan atau Perusahaan yang mayoritas stekholdernya  orang muslim.

Yang muslim di pusat kota dan intelek wajar saja jika menitipkannya di tetangganya. Ada beberapa pertimbangan, antara lain :

  1. Kedekatannya  bertetangga, yang biasa bertemu ketika shalat atau ngaji
  2. tidak mau pusing, mencari-cari yang jauh sekalipun  membutuhkan karena berbagai kesibukannya
  3. mereka berkeyakinan bahwa di tetangganya itu yang tepat untuk mengurusnya dibandingkan di daerah lain yang belum tahu kredebilitasnya
  4. mereka termasuk panitia yang akan mengurusnya
  5. beli hewan qurbannya mendadak, tidak ada waktu untuk mendistribusikan kepada daerah yang lebih membutuhkan
  6. mereka lebih senang mendistribusikan hewan qurbannya kepada yang seidologi,seorganisasi, seaqidah, sealiran, sekota, sepropesi, sesuku, separtai,sekantor atau se..se.. lainnya..
  7. penghargaan yang diberikan kepadanya lebih berharga disbanding dengan penghargaan dari orang yang jauh dari kediamnya.

Karena tetangganya banyak yang mampu/kaya, daging yang banyak dibagikan kepada tetangga yang sedikit, maka daging yang didapat akan lebih banyak dibandingkan dengan daerah ,yang miskinnya banyak yang kayanya sedikit.

Yang kaya di kota dan dikampung jauh berbeda kebiasaannya. Di kota orang kaya tak peduli dengan ritual itu, mereka lebih memilih refresing ke daerah yang adem, yang jauh dari hiruk pikuk orang miskin. Di daerah, orang kaya belum terbiasa dengan demikian, masih tetap di rumah , yang oleh panitia qurban masih kelihatan ujung hidungnya, maka panitia tidak tega meloncatnya. Orang kaya juga dapat bagian. Orang kaya di kota tidak terlalu mengharapkan bagian dari daging yang diqurbankan. Di daerah orang kaya yang berqurban sangat mengharapkan bagiannya.

Dengan demikian, di kota  semakin banyak saja daging yang mesti dibagikan. Dan sebaliknya, di daerah semakin kurang daging mesti dibagikan. Nampaknya pelaksanaan ibadah qurban timpang, tidak seimbang antara daerah dan kota .Pemerintah tidak peduli terhadap pendistribusian daging qurban , memang bukan tugas pemerintah dan tidak ada anggarannya untuk turba mendistribusikannya. Itu tugas umat Islam yang peduli terhadap kaum dhuafa.

Fenomena ini sudah berjalan lama, sekalipun banyak lembaga-lembaga atau LSM muslim giat mendistribusikannya, tapi belum merata sebatas orang-orang yang berdekatan dengan lembaga tersebut. Jaringannya masih terbatas, belum menyuruh seperti yang diharapkan, masih cenderung nepotisme atau masih se.. se.. an.

Memang , kini di daerah-daerah banyak lembaga-lembaga keislaman yang peduli , tapi dengan segala keterbatasannya mereka tidak bisa berbuat banyak. Ditambah kesadaran orang daerah untuk berqurban lebih rendah dibandingkan dengan di kota.

Pernah ada beberapa orang datang saat pelaksanaan qurban. Ternyata , mereka bertempat tinggal jauh dari tempat itu. Alasannya, di tempat , dimana mereka tinggal tidak ada seorangpun yang berqurban, padahal hampir setiap rumah punya hewan yang bisa dijadikan hewan qurban.

Hampir semua penduduk setempat berprisip, bahwa kambing/hewan yang bisa dijadikan hewan qurban yang mereka pelihara itu adalah investasi dia untuk ke depan. Jika anaknya ingin memenuhi kebutuhan sekolah atau melanjutkan sekolahnya ke yang lebih tinggi atau kebutuhan lainnya yang mendesak , mereka bisa menjual hewan tersebut. Tidak ada lagi yang dapat diandalkan kecuali dengan cara itu. Termasuk hasil tani tidak mencukupi untuk kebutuhan biaya sekolah atau biaya lainnya .

Mereka setiap musin tanam membutuhkan bibit dan pupuk, bibit dan pupuk itu harus dibeli, sementara uang tidak ada. Untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya mereka meminjam ke tengkulak, yang dibayarnya jika panen tiba. Jika penghasilnya melimpah mereka bisa belanja kebutuhannya. Jika penghasilnya jauh dari yang diharapkan, apa yang mesti dibayarkan atau dibelanjakan, untuk membayar pinjamannya saja tidak bisa melunasinya, apalagi untuk yang lainnya. Padahal , banyaklah sudah pengorbanan mereka dalam pengelolaan sejak awal tanam hingga menjelang panen. Semuanya pengorbanannya gratis, bahkan harus berjuang melawan celotehan si tengkulak, yang tidak bosan-bosannya menagih. Jika tidak ada jalan lainnya terpaksa kambing yang dicanangkan untuk biaya pendidikan itu harus dijual untuk membayar pinjaman kepada tengkulak bekas mengelola pertaninannya.

Jika masih ada kesempatan untuk bekerja di ladang orang lain mereka akan mendapatkan penghasilan. Tapi jika tidak ada yang membutuhkannya, kemana mereka harus mencari uang.? Kalau makan masih bisa  diatasi dengan cara pinjam beras, pinjam samara, pinjam garam ke warung terdekat yang masih mempercayainya.

Jika keadaan itu terjadi , mereka biasanya pergi ke daerah hutan, mencari kayu bakar,  mencari barang yang bisa dijual ke kota. Akibatnya, hutan ditebangi  menjadi gundul  selanjutnya terjadi longsor atau banjir. Jika terjadi longsor atau banjir, pemerintah baru turun tangan sesuai dengan anggaran yang tersedia, sisanya mengaduh kepada para dermawan dan donator.

.

Jadi mereka itu nampaknya tidak wajib qurban sekalipun mereka punya atau memelihara hewan yang bisa dijadikan hewan qurban. Justru mereka yang paling berhak menerima bagian daging qurban dari orang-orang kaya di kota. Mereka  sangat mengharapkan daging qurban. Semoga tahun sekarang mereka akan mendapatkan bagian bahkan lebih banyak dari bagian yang telah mendapat bagian tahun kemarin .Ya satu tahun sekali lah. Semoga!!!

About these ads

No Responses to “Pembagian Daging Qurban Belum Merata”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: