Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Pengorban Caleg

Pengorbanan Caleg

 

 

Sebentar lagi akan melaksanakan Pemilihan Umum . Para Caleg sibuk mensosialisasikan masing-masing nomor urutan dan partainya. Banyak cara yang dilakukan para caleg untuk keperluan tersebut. Ada dengan cara datang langsung ke rumah-rumah secara dor to dor. Ada yang terlebih dahulu membagikan undangan kepada masyarakat melalui Ketua RW, Ketua RT, Tokoh Masyarakat dan lain-lain. Ada juga  masyarakat yang mempunyai  acara, para caleg DPRD I , DPRD II atau DPR  pusat  diundang untuk menghadiri acara tersebut. Luar biasa, intensitas kegiatan para caleg saat ini dan sangat membantu pemerintah dalam mensosialisasikan PEMILU.

Para Caleg datang ada yang sendiri ada yang datang dengan  teman separtainya dengan membawa segudang informasi dan kemampuhan memberikan materi , berupa barang, cendramata, amplop (berisi uang) , hidangan atau bentuk lain yang elegan. Entah berapa jumlah uang yang dikeluarkan oleh mereka selain kepentingan persyaratan, stiker, bendera, baliho, spanduk, kaos, transportasi dsb.

Adapun dalam acara tersebut para Caleg memperkenalkan dirinya, latarbelakang dirinya mengikuti pencalegannya, visi misinya, tugasnya dan harapan kedepannya serta disisipkan informasi lain yang dianggap penting diketahui oleh masyarakat dari berbagai undang-undang yang telah diberlakukan dan program-program pemerintah yang sedang dan yang akan dilaksanakan . Luar biasa, informasi dari para caleg sangat bermanfaat sebagai pembelajaran politik bagi masyarakat.

Pada  acara tersebut , ada caleg yang lantang , menggebu-gebu agar kelak memilihnya dan ada juga yang tawaldu mempersilahkan untuk memilih yang lain bila tidak setuju untuk memilih caleg tersebut. Yang menggebu-gebu, mereka beranggapan dirinya yang paling pantas, selain telah memberikan berbagai informasi juga telah memberikan embel-embel yang begitu banyak. Yang tawadlu berkeyakinan, bahwa semua yang hadir pada acara tersebut mempunyai berbagai kepentingannya, semua kepentingan mereka tidak dapat ditampungnya, karena berlainan visi misinya, adat istiadatnya, akidah atau agamanya, dsb. Acara tersebut bagi dirinya merupakan sarana untuk beramal sholeh sebagai  ladang amal bagi dirinya dan sebagai pembelajaran, sekalipun tidak terpilih..

Setelah para Caleg memberikan berbagai informasinya, para pendengar dipersilahkan untuk mengajukan berbagai pertanyaan atau usulan. Banyak pertanyaan dan  usulan yang para pendengar sampaikan, mengenai perbaikan  gang, jalan, pembangunan kantor RW, sekolah , tempat ibadah, lapangan volly dan badminton , perbaikan ekonomi, pengangguran , dsb. Semuanya disampaikan seadanya, polos, sederhana, secara kekeluargaan,  disisipkan humor yang menyegarkan. Semua orang yang mendengarkannya sering terpancing untuk tertawa atau mentertawakan, ada juga yang berteriak setuju atau tidak setuju. Luar biasa, acara tersebut selain sebagai media pembelajaran politik juga sebagai hiburan.

Ada beberapa tanggapan yang dominan dari masyarakat setelah acara tersebut , antara lain : yang setuju mendukung , yang tidak setuju mendukung dan belum memberi keputusan atau menunggu silaturahmi dan informasi caleg berikutnya.

Yang langsug mendukung , mereka yang merasa puas dengan berbagai informasi yang diserapnya sekalipun tidak ada embel-embel lain, ada juga  selain dengan informasinya  ditambah embel-embelnya yang memuaskan, atau informasinya kurang puas tapi embel-embelnya meyakinkan. Yang tidak setuju mendukung, mereka tidak puas dengan informasinya, sekalipun puas dengan embel-embelnya, impormasinya puas tapi embel-embelnya tidak ada, impormasi dan embel-embelnya puas tapi orangnya tidak meyakinkan untuk memegang amanah wakil rakyat. Yang belum memberi keputusan, mereka masih menunggu pilihan yang  baik yang meyakinkan. Semuanya sudah barang tentu keputusan ketika di bilik suaralah yang meyakinkannya. Padahal semua para Caleg sudah mengeluarkan berbagai caranya baik mental, keilmuan dan materinya. Luar biasa pengerbonan para caleg

Pengorbanan mereka sangat berarti untuk perkembangan demokrasi di negeri ini, yang beragam suku, adat istiadat, bahasa, budaya dan agama. Dengan berbagai pengorbanan mereka lakukan demi suksesnya PEMILU. Lantas pengorbanan mereka akan sia-sia atau minimal ada penghargaan dari pemerintah sebagai pejuang demokrasi, atau penghargaan apa yang pantas diberikan kepada mereka. Nampaknya, bagi para terpilih kelak mesti merumuskan penghargaan yang pantas bagi mereka para pejuang demokrasi.

Sudah barang tentu harus ada tindakan yang positif dan mulia bagi terpilih terhadap mereka yang tidak terpilih, baik moril maupun materil, terutama dari sesama partai. Nampaknya, para pengurus partai akan lebih bijaksana dalam pengaturannya. Pengurus partai tidak akan pernah berhenti berkonsilidasi dan memperhatikan nasib para anggotanya, sekalipun telah selesai Pemilu.Karena Pemilu sekarang unik , banyak caleg dari partainya itu bukan hasil kaderisasi partainya. Ada kader partai A jadi caleg partai B. Atau jadi kutu luncat, kader C, luncat jadi caleg partai D, kemudian luncat lagi jadi caleg partai E, dan seterusnya. Ini tidak bisa dihindari karena banyak partai baru. Sementara dipartainya tidak tertampung (saking banyaknya) atau kurang harmonis di dalam partainya, atau karena kurang yakin partainya akan diterima di masyarakat luas sehingga tidak ada peluang untuk dapat memenangkannya.

Melihat fenomena seperti itu, bisa jadi mereka yang tidak terpilih akan memilih hengkang dari partainya, mereka merasa bukan kadernya. Apalagi jika kepengurusan partainya alakadarnya., sebelumnya juga kurang aktif atau tidak aktif ,belum berakar yang kuat dan sedikit cabang dan rantingnnya. Aktifnya itu hanya menjelang Pemilu.Tetapi semoga pernyataan ini tidak kenyataan. Semua partai besar dan kecil berlomba mempersiapkan diri dengan pengkaderan anggotanya untuk mempersiapkan Pemilu berikutnya, agar caleg yang diusungnya benar-benar hasil dari pengkaderannya., bukan serabutan, bukan asal tunjuk, dsb.

Belum Ada Tanggapan to “Pengorban Caleg”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: