Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Tips Memelihara Bacaan Al Qur’an Anak Usia Dini

Dengan adanya Taman Kanak-kanak Al Qur’an (TKQ) banyak anak usia dini yang sudah pandai membaca Al Qur’an. Tapi , tidak sedikit saat mereka melanjutkan ke sekolah dasar , bacaan Al Qur’annya lupa, tidak lancar, bacaannya banyak yang salah ,tidak seperti saat mereka duduk belajar di TKQ  dalam bimbingan ustadz atau ustadzahnya. Persoalan ini, dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya :

1. Mereka tidak terus menerus membiasakan tiap hari membaca Al-Qur’an, tidak seperti saat belajar di TKQ.

2. Di Sekolah Dasar tidak ada pelajaran membaca Al Qur’an secara khusus, yang kontinyu.

3. Mereka tidak meneruskan belajar ke Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), atau Madrasah Diniyah atau Madrasah Ibtidaiyah atau lembaga yang mengadakan bimbingan Baca Qur’an.

4. Orang tua tidak merasa perlu atau tidak peduli terhadap perkembangan pembacaan Al Qur’an anaknya.

5. Mereka tidak ada waktu membimbing anaknya untuk membaca Al Qur’an.

6. Pendidikan membaca Al Qur’an diteruskan, tetapi diserahkan bimbingannya kepada pembimbingan yang kurang fropesional, sehingga menggunakan metoda yang salah.

7. Baik lingkungan keluarga maupun masyarakatnya tidak atau kurang mendukung. Sehingga tidak ada motivasi anak untuk meningkatkan dan memelihara bacaan Al Qur’annya.

Agar bacaan Al Qur’an anak dapat terpelihara, maka ada beberapa usaha  yang perlu dilakukan , diantaranya :

1. Jangan merasa puas mereka telah bisa membaca Al Qur’an.

2. Jika melanjutkan ke sekolah dasar yang tidak ada mata pelajaran khusus membaca Al Qur’an , maka sebaiknya mereka dibina dan dibimbing baik oleh orang tuanya atau keluarganya atau saudaranya secara kontinyu. Apabila tidak memungkinkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, diantaranya :

a. Memanggil guru privat ke rumahnya  , baik pembimbing atau ustadz atau ustadzahnya yang pernah membimbingnya ataupun pembimbing atau ustadza atau ustadzah  yang memungkinkan mereka dapat mengikutinya.

b. Mengikutsertakan menjadi peserta didik di rumah  ustadz atau ustadzah yang pernah membimbingnya.

c. Mengikutsertakan menjadi peserta didik di Taman Pendidikan Al Qur’an atau di Madrasah Diniyyah atau pengajian yang diselenggarakan di Mesjid-mesjid atau rumah-rumah masyarakat, yang menggunakan metoda yang sama , agar tidak terjadi tumpang tindih metoda, sebagai  contoh : Anak pernah belajar Iqro IV , jangan diulangi ke Iqro III apalagi Iqro I, teruskan saja , nantipun akan bisa mengikutinya lagi. Atau Anak sudah ke Al Qur’an jangan diturunkan ke Iqro, teruskan saja sekalipun terbata-bata.

3. Sebaiknya mereka melanjutkan pendidikannya ke sekolah dasar yang ada mata pelajaran khusus membaca Al Qur’an, seperti SD Terpadu Islam atau Madrasah Ibtidaiyah. Itupun harus dibimbing terus minimal dikontrol satu minggu sekali  di rumahnya.

4. Selain usaha yang dilakukan oleh orang tua peserta didik, alangkah baiknya , jika sekolah yang pernah membimbingnya itu mengadakan bimbingan terus menerus kepada peserta didik tersebut sekalipun sudah keluar, bekerjasama dengan orangtua.

5. Mengadakan kelompok  ( komunitas ) Tadarus  Membaca Al Qur’an dengan usia sebaya atau usia lainnya  yang dibimbing oleh seorang murobbi. Waktu dan tempat pelaksanaannya  fleksibel, bisa dirotasi dan terjadwal.

6. Jika memungkinkan semua anggota keluarga membiasakan shalat berjamaah diteruskan dengan tadarus  membaca Al Qur’an.

4 Tanggapan to “Tips Memelihara Bacaan Al Qur’an Anak Usia Dini”

  1. Assalamualakum wr wb
    Maaf nimbrung. Saya ingin sedikit sharing. Saya punya rencana ingin menyekolahkan anak saya di SD di pagi hari dan MI di sore hari. Menurut mbak hal tersebut terlalu membebani dan memberatkan anak ndak ya. Trmksh. Mhn bimbingannya.Wass.wr.wb

    • Wa’alaikumussalaam
      Terima kasih atas komentarnya.
      MI ( Madrasah Ibtidaiyah) itu setingkat dengan SD. Biasanya diselenggarakannya di pagi hari juga. Jika ingin nyambi , belajar pagi dan sore, bisa dilanjutkan di Madrasah Diniyyah atau di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ). Keduanya memperdalam pendidikan keagamaan.
      Cara seperti itu banyak yang sudah melakukannya, bahkan banyak yang berhasil. Pertanda ada efek positif. Motivasi orang tua sangat membantu. Semakin banyak aktivitas, semakin banyak pengalaman, semakin banyak teman, semakin banyak informasi yang diseraf. Kebetulan mereka belum banyak kesibukan seperti orang dewasa. Peluang untuk belajar sangat banyak. Mengapa tidak, jika mereka mau. Pengaturan waktu sangat membantu mereka untuk sukses.
      Semoga putra-putrinya sukses dunia maupun akhirat. Amiin.

  2. Amin. Terima kasih atas doa dan jawabannya. Nah ada satu hal lagi yang ingin saya bagi dengan mbak, yaitu apakah dibenarkan (secara teori maupun penerapannya) jika saya menggunakan sedikit metode pemaksaan pada anak-anak saya agar mereka bersedia bangun tidur siang lalu mandi untuk segera berangkat TPQ, ataupun agar mereka bersedia membuka buku pelajaran mereka dan mengulasnya kembali (entah dengan menulis ulang atau membaca lagi) sebab kadang ada tersirat rasa kurang ikhlas di hati mereka untuk melakukannya. Jadi saya terpaksa memaksa mereka kadang dihiasi dengan tangisan kecil dan pelototan mata saya. Walaupun pada akhirnya mereka tetap melakukannya. Yang saya takutkan hal tersbut malah justru akan berakibat sebaliknya dari apa yang saya harapkan. Namun dari sejauh ini hasil yang saya perhatikan anak2 saya sudah mulai mengerti apa yang menjadi tanggung jawab mereka. Walau dalam skala kecil. (Anak saya kembar usia 6 tahun duduk di kelas B TK Aisyiyah) Demikian terima kasih sebelum dan sesudahnya… Jazakumullah.. Wass.

  3. bpk abiazmi aku mnt tlog rincikn dong sol’x ak sgt btuh ky’ gnian


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: