Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Keshabaran Tidak Ada Batasnya

Mendidik anak tidak mudah, membutuhkan keshabaran yang exra. Banyak pengorbanan yang tidak sedikit, baik materi maupun non materi.
Memang pendidikan bukan dengan “bim salabim” kemudian berhasil. Para pendidik dituntut untuk senantiasa mensiasati , bagaimana caranya hasil pendidikan itu dapat berhasil dirasakan, baik oleh peserta didik atau oleh lingkungannya.
Salah mendidik akan sangat berpengaruh kepada lainnya. Oleh karena itu, yang bertanggungjawab akan keberhasilan pendidikan itu adalah orang tua, pemerintah, dan lingkungannya.
Orang tua sering dibingungkan dengan persoalan anaknya, padahal sejak kecil mereka mendidiknya dengan penuh hati-hati, tapi kenyataan berbeda, kenakalan tidak bisa terbantahkan. Tidak sedikit dari mereka, yang peserta didik, yang tadinya seorang yang jujur , kini jadi pembohong, yang tadinya seorang penurut kini menjadi pembangkang, yang tadinya malu membuka aurat kini menjadi penzina , yang tadinya alim kini pemabok, yang tadinya rajin mengaji , kini lebih senang hur-hura menghabiskan uang orang tuanya , yang tadinya rajin ibadah , kini rajin membantah , dll. Bahkan orang tua kurang dihargainya.
Apakah kenyataan ini akan dibiarkan? Jika bermaksud akan memperbaikinya, mulai dari mana?
Apakah karena orang tuanya belum optimal mendidik anaknya?
Apakah karena pemerintah kurang peduli akan nasib generasi bangsanya?
Apakah karena lingkungannya tidak mau mendukung akan keberhasilan pendidikannya?
Memang, sulit jika tidak seia sekata antara orang tua yang mendidik di rumah, pemerintah yang membuat , mengatur, membina dan mengembangkan kurikulum pendidikan dengan lingkungan masyarakat yang mempraktekkan hasil pendidikan yang terserap pada umumnya.
Nampaknya semuanya harus bershabar dalam mendidik mereka. Orang tua bershabar mendidik anaknya dengan berbagai cara digunakan,sekalipun pahit kenyataannya, tidak mudah mengalah, tidak lekas marah, tidak bosan memberi motivasi, tidak lelah mencukupi kebutuhan jasmani dan rohaninya.
Pemerintah terus menerus mencari inovasi pendidikan yang seimbang antara kebutuhan rohani dan jasmani, menyediakan para aparat dan pendidik yang beriman yang berkwalitas, membentuk lingkungan yang mendukung akan keberhasilan pendidikan di semua lini.
Masyarakat mempunyai cita-cita yang sama, mendukung program pemerintah
yang baik dan merealisasikannya dalam kehidupan yang nyata dengan menolak segala program yang menyesatkan generasi bangsanya.
Memang keshabaran tidak ada batasnya.

Belum Ada Tanggapan to “Keshabaran Tidak Ada Batasnya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: