Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Ustad Kreatif

Setiap hari itu banyak yang dikerjakan oleh pa ustad dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Pukul 02.00  pa ustad  sudah bangun dari  tidurnya. Ba’da sholat sunat dan dzikir serta do’a, beliau mengisi air untuk mandi dan wudlu jama’ahnya. Sebelun sholat shubuh berjama’ah beliau membaca al Qur’an sekaligus menbangunkan masyarakat muslim yang sedang lelap tidur sejauh pengeras suara terdengar. Sesudah sholat shubuh dan dzikir serta do’a, beliau menyiapkan barang dagangannya untuk dijual di pasar. Paling lambat pukul 11.00   pa Ustad harus sudah pulang dari pasar harus menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan umat untuk shalat Dhuhur berjama’ah, mulai mengisi bak air, membersihkan dan merapihkan tempat shalat, adzan, iqomat, dan jadi  imam. Begitu seterusnya kesibukan pa Ustad jika akan mengerjakan shalat fardlu.

Selain aktivitas di atas,beliau  bertugas sebagai guru ngaji. Mengajar ngaji setiap ba’da Ashar dan  maghrib ,  membimbing 100 orang santriwan santriwati. Semuanya ditekel sendiri, mulai menyediakan bangku, papan tulis, kapur, buku sumber dsb. beliau jadi kepala madrasah, guru madrasah, penjaga madrasah, pesuruh madrasah , sebagai pengajar sekaligus sebagai donatur dan orang tua asuh di madrasah tersebut.

Untung saja pa ustad yang satu ini kreatif, bisa membagi waktu, mengatur tugas sehari-hari sebagai seorang bapak/suami dan sebagai pengajar sekaligus orang tua asuh santri santriwatinya. Semua pekerjaannya diselesaikan dengan penuh tanggung jawab, sekalipun tidak ada honor apalagi gajih, tidak ada uang fungsional apalagi uang sertifikasi. Beliau merasa cukup dengan penghasilan dari dagangnya. Beliau rajin menabung , menyisihkan dari bisnisnya, berharap bisa melaksanakan ibadah Haji.

Memang, terkadang beliaupun mentertawakan tingkah laku birokrat yang arogan, yang koruptor . Padahal gajihnya ada, ditambah honor, ditambah fungsional, ditambah uang lelah, ditambah amplop suramplop, ditambah honor dari proyek, ditambah uang perjalanan dinas, ditambah uang makan, ditambah uang lauk pauk, uang lembur, ditambah uang gajih tiga belas, uang THR,  ditambah ada kesempatan untuk pinjam ke bank, atau pinjam ke koperasi karyawan , belum nanti kalau pensiun , ada uang pensiun dsb. masih tidak cukup. Padahal anaknya diwajibkan dan rata-rata maunya dua , tugasmya pukul 08 s.d. 17.00. itupun kalau lagi rajin, kalau lagi keserang sipat males pukul 11.00 sudah mulai ngerumpi bahkan mulai cabut, ditambah hari Sabtu dan Minggunya libur.

Mengapa pa ustad tertawa ? Kalau saya tidak ada istilah libur. Libur terjadi jika saya sakit parah , jika saya benar-benar ada kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan atau didelegasikan itupun jarang, atau jika saya mati.

Sayangnya, pa ustad ini, tidak kreatif mengkader generasinya, ya? Maunya ngeborong? Wah, siapa  orang nya yang mau…..??? . Tapi, mungkin saja ada. Tapi siapa orangnya , ya?

Belum Ada Tanggapan to “Ustad Kreatif”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: