Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Curhat Boxir, Tukang Sol Sepatu

Boxir, nama lain dari Johan.  Panggilan Boxir diberikan oleh teman-teman  dekatnya waktu dia sebagai petugas pengambil uang “japren”  dari semua mobil elf, selama empat tahun. Entah apa alasannya , pemungutan itu diberhentikan . Kemudian  dia beralih pekerjaannya menjadi Tukang Sol Sepatu, sampai hari ini.

Saat menjadi petugas pekerjaan pemungut uang japren, dia sugih, banyak uang. Setiap hari , dia bisa mengantongi uang minimal Rp. 50.000 maksimal Rp. 100.000. Uang tersebut sisa setor kepada bosnya. Dengan uang itu , dia berkecukupan, bahkan sering nelaktir teman-temannya, atau bisa bersenang-senang dengan pujaan hatinya.  Dia bisa berganti-ganti pasangan,  sampai pernah menikah tiga kali. Namun, sayang, sekarang tinggal satu.

Kata istrinya, Boxir sekarang, bukan boxir delapan tahun yang lalu. Boxir sekarang , boxir yang boke, yang tidak menentu penghasilannya, bahkan terkadang tidak berpenghasilan.

Memang itu diakui oleh dia sendiri. Dalam waktu sehari tidak menentu penghasilannya. Kalau lagi beruntung dapat sampai Rp. 50.000. Paling sering dapat Rp.10.000. Kalau lagi naas,tidak dapat sepeserpun, padahal biaya operasional sangat mahal. Biaya transportasi, makan, rokok,kopi, jajan, dsb. tidak seimbang dengan sumber pendapatan. Belum tuntutan  Istri dan anak ngantri panjang. Istrinyapun manusia biasa, suka berpenampilan umum sewajarnya,  ingin bersolek agar nampak cantik  selamanya ,ingin hiburan, sesekali ingin makan enak, dsb. Anaknya ,ingin punya mainan, ingin hiburan, butuh pendidikan untuk masa depannya, dsb.

Apa boleh buat , kenyataan tak dapat dielakkan. Dia hanya bisa nengusap dada, kapan keberuntungan hinggap pada dia dan keluarganya. Kapan dirinya seperti orang lain. Dia hanya  bisa menerima apa adanya. Sekalipun disesali ,penderitaan itu tidak akan lenyap begitu saja. Dia tidak  bisa memaksa orang lain supaya semua mensol sepatunya yang tidak ruksak. Jeleknya, dia hanya bisa melamun:”Semoga banyak sepatu yang rusak pada hari ini dan  seterusnya berbondong-bondong datang untuk mensol sepatunya kepada boxir.”

Pada hati kecilnya, dia ingin berganti usahanya, tapi apa boleh buat tidak punya modal. Pinjam ke Bank BRI terdekatpun  harus pakai borgh, apa  yang harus diborgkan. Pinjam ke Batak, yang tidak pakai Borg, bunganya mencekik, takut tidak  kebayar,takut , justru  istrinya diambil jadi tanda lunas , karena tidak ada barang berharga yang bisa diambil. Pinjam ke saudaranya, justru nyaris sama nasibnya dengan dia. Pinjam kepada yang kaya ,takut engga dikasih. Pinjam ke BAZ, BAZ-nya tidak jalan, ramainya hanya pada waktu akhir”Idul Fitri.  Ada BLT tidak bisa diandalkan untuk modal. Makanya, pekerjaan  dia masih tetap jadi tukang sol sepatu, yang modalnya benang dan jara. Kalau kata temannya: “Tukang sol sepatu nyaris tidak bermodal, modal dengkul.”

Istrinya minta dicerai setelah kena pukulan dari dia. Alasannya, sudah menyengsarakan , main pukul segala. Sekalipun memaksa dia tidak mau menceraikannya, alasannya istrinya hanya , tinggal satu. Pasti akan sulit mencarinya lagi. Pikir dia, mana ada wanita yang mau diajak sengsara.

Istrinya pusing bercampur bingung, pergi meninggalnya,pergi tanpa izin suaminya,meninggalkan anak dan suami, hendak pergi ke kota mencari kerja.

Boxir sepi sendirian, merasakan nasibnya tanpa ada istri yang dicintainya. Kumplitlah penderitannya, usahanya sepi dan kebutuhan biologisnya tidak dapat terpenuhi. Dia mengadu , minta pertimbangan istrinya. Istrinya malah sinis berkata : ” A ! Bukannya  Aa punya entog di belakang rumah?”

Ya,Alloh! Apakah istri saya tidak tahu dosa , meninggalkan suaminya?

Belum Ada Tanggapan to “Curhat Boxir, Tukang Sol Sepatu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: