Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Buku Amaliah Ramadhan

RANGKUMAN AMALIAH RAMADHAN

  1. Bagaimana menentukan kedatangan bulan Ramadhan?

Hadits Nabi : “Jangan shaum sehingga kalian melihat bulan (Ramadhan) dan jangan berbuka berhari raya sehingga melihat bulan (Syawal)  . Maka jika tertutup awan, hendaklah kamu perkirakan bulan itu”. (HR. Bukhari Muslim)

Maksud hadits tersebut menentukan kedatangan awal bulan  Ramadhan itu :

  1. Dengan cara ru’yatul-hilal , melihat bulan secara langsung.
  2. Dengan Hisab, perhitungan,dihitung dengan ilmu falak atau ilmu hisab. Diantaranya dengan menyempurnakan bulan Sya’ban tiga puluh hari
  3. Mentakdirkan adanya hilal ketuika cuaca buruk  atau langit mendung.
  1. Bagaimana pengertian shaum ?

Shaum adalah menahan makan, minum dan segala apa yang membathalkannya, mulai dari terbit fajar shubuh hingga tenggelam matahari diwaktu maghrib.

  1. Bagaimana macam-macam hukum  shaum?

Hukum Shaum ada empat ,yakni shaum fardlu, shaum sunat, shaum haram dan shaum makruh.

    1. Shaum Fardlu

1)       Shaum fardlu ain yaitu shaum yang diwajibkan oleh Alloh atas tiap-tiap mukallaf pada bulan tertentu, yaitu shaum Ramadhan.

2)       Shaum nadzar yaitu shau yang diwajibkan oleh seseorang atas dirinya sendiri.

3)       Shaum Fidiah yaitu penggantian kewajiban melaksanakan kurban karena pelanggaran pelaturan dalam melaksanakan ibadah haji, dan ibu yang  menyesui.

4)       Shiyamul kuffarat  yaitu shaum  yang fardhu karena menunaikan hak Alloh SWT.misalnya kaffarah sumpah, kaffarah membunuh keliru dsb.

    1. Shaum sunat

1)       Shaum enam hari bulan syawal

Hadits Abu Ayyub al Anshori :

“Barangsiapa shaum di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan Shaum enam hari di bulan syawal, seakan-akan ia telah shaum satu tahun.”

2)       Shaum Hari Kesembilan Dzulhijjah  (Hari Arafah).

Para jama’ah haji di Padang arafah mendekatkan diri kepada Alloh dengan memakai pakaian ihram, membaca talbiah, dan berdo’a. Sedangkan ummat Islam di negara-negaranya mendekatkan diri kepada Alloh dengan melaksanakan shaum.

Nabi SAW. ditanya tentang shaum di hari Arafah , beliau menjawab :”Menghapuskan dosa-dosa tahun lalu dan akan datang.”

3)       Shaum setiap tanggal 13,14,dan 15 bulan komariah.

Abu Zar mengatakan :”Barangsiapa yang melaksanakan shaun setiap bulan tiga hari, maka hal itu sama dengan shaum satu tahun.”

4)       Shaum Senin Kemis

Usman telah menanyakan kepada Nabi SAW tentang rahasianya kenapa Nabi  selalu ingoin melaksanakan shaum tersebut, belaiu menjawab : Dua hari itu merupakan hari diangkat amal ibadah seorang hamba ke hadirat Alloh SWT. dan aku suka ketika diangkat amalku aku sedang melaksanakan shaum.

5)        Memperbanyak Shaum pada bulan Sya’ban.

Ummu Salamah berkata: Nabi tidak pernah shaum sebulan penuh kecuali pada bulan Sya’ban , yang disambung dengan bulan Ramdhan.

6)        Shaum Asyura

Abi Qatadah berkata : Nabi SAW bersabda “ Shaum hari Arafah menghafuskan dosa dua tahun lalu dan yang akan datang , dan shaum Asyura menghapuskan dosa tahun yang lalu.

  1. Shaum Haram

1)        Shaum dua hari lebaran

Dua hari lebaran maksudnya adalah ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha.

Barangsiapa yang melaksanakan shaum pada dua hari tersebut atau salah satu dari dua hari itu, ia berdosa dan shaumnya tidak sah. Dan barang siapa yang bernazar melakukan shaum pada dua hari tadi, nazarnya tidak sah.

2)        Shaum pada hari Tasyrik

Hari Tasyrik adalah hari-hari yang mengiringi ‘Idul Adha , yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah

3)        Shaum sunat seorang istri yang tidak diberi izin oleh suaminya.

“Tidak halal shaum seorang istri pada saat suaminya ada, kecuali dengan izinnya, selain bulan Ramadhan.”

4)

  1. Shaum Makruh

1)       Shaum sunat dengan susah payah, dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan.

2)       Shaum sunat pada hari Jum’at saja atau Sabtu saja (kecuali jika Jum’at dan Sabtu itu bertepatan dengan hari yang disunatkan shaum).

  1. Bagaimana syarat-syarat wajib shaum ?

Syarat-syarat wajib shaum :

    1. Islam
    2. Baligh
    3. Berakal
    4. Suci dari haidh dan nifas
    5. Kuasa mengerjakannya
  1. Bagaimana rukun Shaum ?

Rukun Shaum :

    1. Niat, setiap malam shaum, waktunya dari tenggelam matahari hingga terbit fajar shidiq.
    2. Menahan makan, minum dan menjauhi sekalian apa yang membatalkan shaum.
  1. Bagaimana waktu sahur, imsak, dan berbuka ?

Firman Alloh surat Al Baqarah aya 187 :

“….dan makan minumlah hingga jel;as bagimu benang putih dari benang hitam, yhaitu fajar. Maka sempurnakanlah shaum itu sampai malam (terbenam matahari)…..”

    1. Waktu Sahur :

Makan sahur hukumnya sunat. Bisa dilaksanakan walaupun hanya dengan seteguk air atau sebiji kurma.

“Siapa yang mau shaum hendaklah bersahur meskipun hanya sedikit.” (Shahih Al Jami As-Shaghir)

Adapun waktu sahur dapat dilakukan dari pertengahan malam sampai terbit fajar (waktu sholat Shubuh mulai masuk)

    1. Waktu Imsak

Waktu Imsak adalah waktu dimana seseorang dianjurkan untuk menghentikan sahur beberapa menit sebelum waktu shubuh untuk kehati-hatian agar sahur tidak melebihi batas waktu masuk shubuh

Rosululloh SAW memberikan batasan perkiraan waktu imsak dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat Al Qur’an:

“Dari Anas ra. Dan Zaid bin Tsabit ra. Katanya, saya telah bersahur dengan Nabi, lalu ia pergi bersholat Saya bertanya: Berapa lama antara adzan dan sahur ? Beliau menjawab : Kira-kira sekedar bacaan 50 ayat Al Qur’an.”

    1. Waktu Berbuka

Waktu berbuka shaum adalah saat telah nyata terbenamnya matahari atau telah masuknya waktu sholat maghrib (QS. 2 : 187), dan disunatkan menyegerakannya.

  1. Bagaimana yang membatalkan shaum ?
    1. Berkata dusta/ bohong
    2. Mengupat atau mencela orang
    3. Bersumpah palsu
    4. Memasukan suatu barang ke dalam rongga badan, misalnya : makanan, minuman dll.
    5. Gila
    6. Bersetubuh diwaktu siang  hari shaum
    7. Datang haid atau nifas
    8. Murtad ( berpaling dari agama Islam) baik dengan perkataan maupun perbuatan atau I’tikad.
  2. Siapa saja yang dibolehan tidak menjalankan shaum   ?

Yang dibolehkan tidak melaksanakan shaum adalah:

    1. Orang yang sakit, tetapi wajib mengqodho atau membayar shaum di bulsn lain jika sembuh dari penyakitnya.
    2. Orang yang bepergian jauh, tetapi wajib mengqodho di bulan lain.
    3. Orang hamil dan yang masih menyusui anak , tetapi wajib qodho.Dan bila berbukanya itu karena kehawatiranya hanya kepada anaknya, maka selain qodho juga wajib fidyah.
    4. Orang yang sangat lemah, tidak kuasa lagi shaum, atau orang sakit yang tidak memungkinkan sembuhnya. Bagi mereka wajib membayar fidyah  yaitu setiap hari shaumnya memberi makan kepada orang fakir miskin sebanyak 2,75 liter  beras  , tidak wajib qodho.
  1. Apa saja yang mengurangi nilai shaum?
    1. Berkata dusta
    2. Mengumpat/mencela-cela orang
    3. Bersumpah palsu
    4. Murtad ( berpali dari agama Islam baikpun dengan perkataan atau perbuatan ataupun dengan kepercayaan/I’tikad)
    5. Bergunjing
    6. Mengadu domba
    7. Memandang lawan jenis dengan syahwat.
  2. Bagaimana keutamaan shaum Ramadhan?

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah :

    1. Bagian awal bulan 10 hari pertama adalah Rahmat, karunia Alloh.Pertengahan bulan ramadhan adalah pengampunan. Sedangkan pada di akhir bulan (10 terakhir) ramadhan adalah kabar gembira berupa pembebasan dari api neraka.
    2. Shaum merupakan salah satu perisai antara manusia dan api neraka. (HR. Bukhori dan Muslim)
    3. Orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan, yaitu gembira pada waktu berbuka dan gembira pada waktu bertemu Rabbnya. (HR. Ahmad, Muslim dan Nasa’i)
    4. Shaum akan memberikan syafa’at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Rasul bersabda: “Shaum dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at, bagi hamba pada hari kiamat …….” (HR. Ahmad)
    5. Orang yang shaum mendapatkan jaminan masuk surga, berdasarkan sabda Rasul :” Sesungguhnya surga itu mempunyai sebuah pintu yang disebut Raiyan” artinya basah melimpah. Dipanggil pada hari kiamat : Hai orang-orang yang Shaum? Lalu orang yang terakhir dari mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup.” (HR. Bukhari-Muslim)
    6. Shaum adalah seperempat dari Iman. Rasul bersabda :”Shaum itu setengah sabar, sedang sabar adalah setengah iman, jadi shaum sama dengan seperempat iman” (HR. Ibnu Majah).
  1. Kewajiban apa bagi orang yang bersetubuh dengan sengaja di siang hari pada bulan ramadhan?

Bagi yang sengaja bersetubuh pada siang hari bulan Ramadhan , maka diwajibkan bagi perempuan mengqodho bila ia lupa atau rela dan bagi suaminya :

    1. Mengqodho shaumnya
    2. Membayar kifarat, yaitu memerdekakan seorang hamba sahaya yang beragama Islam atau melaksanakan shaum dua bulan berturut-turut atau bersedekah kepada 60 fakir miskin masing-masing 2,75 liter beras atau mengajak mereka makan siang dua kali, atau makan malam dua kali, atau makan sahur dan berbuka satu kali. Diantara mereka jangan ada orang yang wajib dinafkahi oleh si pemberi, seperti : bapakna, kakeknya, anak cucunya atau isterinya.
  1. Sebutkan beberapa amalan Sunnah dalam bulan Ramadhan!
    1. Segera berbuka

“Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyelenggarakan berbuka shaum (HR. Bukhari – Muslim)

    1. Mengakhirkan sahur. Sahur adalah memakan  makanan yang dihidangkan setelah tengah malam hingga terbit fajar.

“Hendaklah kamu bersahur, karena sesungguhnya di dalam sahur itu ada barakah.” (HR. Bukhari Muslim)

Dari Abu Dzar :”Rasulullah SAW. telah berkata : Senantiasa umatku dalam kebaikan selama mereka menta’khirkan sahur dan menyegerakan berbuka.” (HR. Ahmad)

    1. Menghindari perbuatan sia-sia, bicara kotor, mencela, dan memaki.

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.”   (Al Mukminun : 3)

    1. Shalat Terawih/ Qiyamur-Ramadhan

Dari Abu Hurairah, Rosulullah SAW bersabda:”Barangsiapa melaksanakan qiyamur Ramadhan karena iman dan hendak mendapatkan pahala, niscaya diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    1. Memperbanyak sedekah dan memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang shaum.

Dari Anas :”Dotanyakan kepada Rosulullah SAW. :Apakah sedekah yang lebih baik ? Jawab Rasulullah SAW : Sedekah yang paling baik ialah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

“Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang shaum, maka ia mendapat ganjaran sebanyak ganjaran orang yang shaum itu, tidak kurang sedikitpun.” (HR. Tirmidzi)

  1. Apa tujuan Shaum Ramadhan?

Tujuan Shaum Ramadhan :

    1. Untuk mencapai kemuliaan taqwa. (QS. 2:183)
    2. Penghalang dari neraka dan mengekang dari hawa nafsu.

Rasul bersabda :”Shaum adalah penghalang. Maka Shaum adalah penghalang dari siksa neraka dan akhlaq yang buruk.” (HR. Bukhari – Muslim )

    1. Untuk melatih kesabaran ,menahan diri dari amarah, perkataan keji, mencaci maki dan perilaku  buruk lainnya.

Rasulullah mengatakan :”Shaum itu adalah separuh shabar.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rasululloh bersabda:”Apabila seseorang dari kamu shaum maka janganlah berkata kotor dan kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah ia mengatakan :’Aku sedang shaum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    1. Membentuk dan melatih diri dengan sifat amanah

Biar bagaimanapun juga lapar dan hausnya, walaupun dia sendirian di dalam rumah atau ruangan, tidak ada seorangpun yang akan mengetahui hal itu dan segala hal yang akan dimakan dan diminum bagaimanapun kerasnya dorongan hawa nafsu akan senantiasa menahannya dan menjauhi hak orang lain.

    1. Menumbuhkan solidaritas sosial

Orang yang melaksanakan shaum akan merasakan kepedihan kaum dhu’afa, dengan lapar yang melilit dan dahaga yang mencekik kerongkongan serta keharusan bersikap sederhana, sehingga menimbulkan rasa solidaritas dalam ikatan kasih sayang dan rasa tolong menolong.

    1. Menjauhi diri dari sikaf pendusta

Dalam melaksanakan shaum diutamakan untuk menghindari berbagai sikap tercela . Dengan demikian , ia akan terlatih menghindari dan senantiasa menjaga dirinya dari sifat pendusta (pembohong).

    1. Terjaga kesehatan

Shaum itu menahan nafsunya dari makanan , minuman dan segala yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Segala yang telah kita makan dan minum itu semuanya tersimpan dalam perut dan jika kurang penjagaan tentulah merusak kesehatan, maka dengan shaumlah perut dikosongkan dan dibersihkan dari segala kotoran dan dapatlah menjauhkan dari  bahaya penyakit lahir dan batin.

  1. Bagaimana ancaman bagi yang tidak melaksanakan shaum ramadhan?

Seseorang yang dengan sengaja tidak melaksanakan shaum di bulan Ramadhan tanpa alasan yang dibenarkan syari’ah, berarti mengkufuri, mengingkari kewajiban shaum itu. Dengan demikian ia mengkufuri perintah Alloh SWT.

Rasul SAW telah bersabda :”Siapa yang berbuka pada satu hari dari bulan ramadhan tanpa udzur atau sakit, maka hal itu tidaklah akan terbayar oleh shaum sepanjang masa walaupun dilakukannya.” (HR. Bukhari)

  1. Bolehkah mencicipi makanan bila sedang shaum?

Mencicipi makanan boleh, asal jangan sampai tertelan.

  1. Bolehkah suami istri berciuman ketika sedang shaum ?

Bagi suami istri ,yang sudah tua atau yang mampu mengendalikan nafsunya yang sedang shaum boleh berciuman, kecuali bagi yang  tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya yang ditakutkan nyaris melakukan bersetubuh.

  1. Bagaimana kaifiat sholat tarawih?

Sholat taraweh, yang berarti santai. Santai dalam pengertian bukan leha-leha,  tapi tenang , sungguh-sungguh dan penuh kekhusyu’an.

Hukum sholat taraweh adalah sunnat mu’akadah. Rasululloh sangat menganjurkan dan beliau sendiri tidak pernah meninggalkannnya hingga wafat.

Dari Abu Hurairah , Nabi bersabda :” Barangsipa mengerjakan sholat malam pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Alloh SWT. semata, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR. Bukhori)

Yang termasuk dalam rangkaian sholat taraweh adalah sholat witir. Sholat witir adalah sholat sunnat muakadah yang bilangan roka’atnya ganjil, dengan bilangan terkecil satu roka’at.Rasul bersabda :”Wahai Ahlul Qur’an, kerjakanlah sholat witir sebab Alloh itu Witir (Maha Esa) dan suka sekali kepada yang witir.” (HR. Ahmad dan Ashhabus Sunan)

Pada prinsipnya jumlah total raka’at dalam sholat tarawih tidak dibatasi. Ada 11 roka’at dengan perincian 8 roka’at sholat tarawih dan 3 roka’at sholat witir dan ada yang 23 roka’at dengan perincian 20 roka’at sholat tarawih dan tiga witir. Adapun cara mengerjakannya dengan dua-dua raka’at atau empat raka’at empat raka’at untuk sholat tarawih dan diakhiri satu atau tiga raka’at sholat witir.

  1. Bagaimana kaifiat membaca Al Qur’an?

Membaca Al Qur’an diperintahkan langsung oleh Alloh SWT. kepada Ummat Islam.

“Dan Bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.” (QS. 73 : 4)

Tartil artinya membaca Qur’an dengan tenang serta membaca huruf-hurufnya dengan benar sesuai dengan aturan ilmu tajwid serta haqqoh tilawah.

Haqqoh tilawah adalah membaca Al Qur’an disertai :

  1. berfungsinya lidah dengan baik, sesuai dengan makhraj dan hukum tilawah.
  2. berfungsinya akal dengan baik, menyatu dengan apa yang dibaca.
  3. berfungsinya hati, khusyu’ menerima pesan-pesan Alloh dan mampu merasakan isyarat Alloh yang ditujukan untuk dirinya.

“Orang-orang yang telah kami beri Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan haqqoh tilawatih (tilawah yang sebenarnya), mereka itu beriman kepadanya.” (QS. 2:21)

“Bacalah oleh kalian Al Qur’an karena ia akan menjadi pemberi syafa’at bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, maka ia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan akan dibalas dengan 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. At-Thabrani)

“Orang yang membaca Al Qur’an dengan mahir bersama malaikat yang selalu taat. Dan orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata dan merasa berat mendapat dua pahal. (HR. Muttfaq ‘alaih)

  1. Bagaimana kaifiat I’tikaf?

Yang dimaksud I’tikaf adalah berdiam di masjid dalam beberapa waktu dengan niat ibadah dengan niat ikhlas .

I’tikaf adalah salah atu jenis ibadah yang sangat dipelihara oleh Rasul SAW di bulan Ramadhan terutama saat memasuki sepuluh hari yang terakhir.

I’tikaf merupakan sarana untuk melakukan evaluasi diri, mendekatkan diri kepada Alloh, tafakur akan hakekat perjalanan hidup seorang hamba.

Orang yang beri’tikaf itu harus memenuhi syarat :

    1. Muslim
    2. Baligh berakal
    3. Suci dari junub, haid, dan nifas.

Rukun I’tikaf :

a. Niat untuk melakukan I’tikaf

b. Tinggal di masjid selama I’tikaf

  1. Apa yang maksud dengan lailatul qodar?

Lailatul qodar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan ini. Maksudnya amal ibadah seorang muslim yang dilakukan pada malam tersebut nilainya lebih baik daripada amalan serupa yang dikerjakan selama seribu bulan atau 30.000 malam di bulan yang lain.

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada saat lailatul qodar karena iman dan mengharapkan keridlaan Alloh, maka Alloh akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari – Muslim)

Tanda-tanda lailatul qodar :

Rasululloh bersabda :”Pada saat terjadinya lailatul qodar itu, malam terasa jernih,terang,tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih terang benderang tanpa tertutup sesuai awan.” (HR Muslim, Abu Dawud dan Turmudzi)

  1. Bagaimana kaifiat zakat fitrah?

Zakat fitrah adalah kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat tertentu yang dikeluarkan menjelang ‘Idul Fitri.

Zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap diri orang islam laki-laki dan perempuan, bayi atau dewasa, hamba atau orang merdeka, berdasar sebuah hadits:”Dari Ibnu Umar, katanya Rasul SAW. mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadhan sebanyak 1 sha’ kurma atau gandum atas tiap-tiap orang Muslim merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan.” (HR. Bukhari Muslim)

Diriwayatkan  Ibnu Abbas :”Rasulullah SAW. telah mewajibkan zakat fitrah , untuk membersihkan orang yang shaum dari omongan tak bermanfaat dan omongan kotor, serta untuk memberi makanan orang-orang miskin.” (HR. Abu Dawud)

Syarat wajib zakat fithrah ada dua , yakni :

  1. Islam
  2. Mempunyai kelebihan harta daripada keperluan makanan untuk dirinya sendiri dan untuk orang-orang yang menjadi tanggungannya pada malam hari raya  dan siang harinya.

Ukuran zakat fitrah  adalah 1 sha’ atau 3,1 liter atau 2,6 kg. bahan pokok yang biasa sehari-hari dimakan.

Orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah :

    1. Faqir yaitu orang-orang yang tidak mempunyai harta, pula tidak mempunyai penghasilan yang tentu.
    2. Miskin, yaitu orang-orang yang mempunyai penghasilan yang tentu, tetapi penghasilannya tidak mencukupikeperluannya sehari-hari .
    3. Amil, yaitu orang-orang yang bekerja menghimpun atau mengumpulkan serta membagikan zakat, kepada yang berhak menerimanya.
    4. Muallaf, yaitu orang-orang yang masih lemah hatinya seperti yang baru masuk islam. Mereka diberi zakat, agar menjadi kuat hatinya memeluk agama islam.
    5. Riqab, yaitu hamba (budak) yang akan dimerdekakan oleh tuannya, jika dibayarkan uang ataupun lainnya kepadanya.
    6. Gharim, yaitu orang yang mempunyai hutang yang tidak kuasa membayarnya.
    7. Sabilillah, yaitu orang-orang yang meninggikan agama islam dengan tidak memandang upah atau pangkat, perjuangnya semata-mata karena Alloh atau amal-amal yang menghampirkan kepada jalan-jalan Alloh, seperti : Membangun sekolah islam, Masjid, Mushola, dsb.
    8. Ibnu sabil, yaitu orang-orang yang berpegian jaun bukan untuk masi’at kehabisan bekal dalam tengah perjalannya.

Yang perlu diprioritaskan untuk mendapatkan zakat fitrah dari 8 asnaf tersebut adalah fakir dan miskin.

  1. Bagaimana kaifiat sholat ‘Idul Fitri ?

Waktu sholat ‘Idul Fitri dimulai sejak terbit matahri pada tanggal 1 Syawal hingga sebelum sholat dzuhur, sama seperti sholat dhuha.

Jumlah roka’at sholat ‘idul fitri adalah dua roka’at. Adapun syarat dan rukun sholat ‘idul fitri ,tapi ditambah dengan beberapa sunnat yang lain , yaitu :

  1. Berjamaah di lapangan terbuka
  2. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua sebelum membaca al fatihah.
  3. Mengangkat kedua tangan setinggi bahu pada tiap-tiap takbir
  4. Mengeraskan bacaan, kecuali ma’mun
  5. Membaca khutbah sesudah sholat.

Pada hari ‘Idul fitri, Rasulullah menganjurkan kepada ummatnya untuk melakukan :

  1. Mandi, memakai wangi-wangian dan mengenakan pakaian yang terbaik.
  2. Makan dahulu sebelum berangkat sholat ‘idul fitri.
  3. Mengumandangkan takbir di laur sholat ‘idul fitri, dimulai dari terbenam matahari pada malam hari raya sampai menjelang sholat ‘idul fitri.
  4. Menyam,butnya dengan penuh kegembiraan.

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

RANGKUMAN  CERAMAH RAMADHAN

Penceramah     : ……………………………………

Judul Ceramah : ……………………………………

Hari/Tanggal  : ……………………………………

Tempat                        : ……………………………………

TANDA TANGAN

PENCERAMAH

______________________________

PRESTASI TADARUS AL-QUR’AN

Belum Ada Tanggapan to “Buku Amaliah Ramadhan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: