Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Guru Honor Sampai Tua

Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh keberhasilan guru menyampaikan materi pendidikan itu sendiri. Peranan guru sangat mempengaruhi keberhasilan pendidikan pesertta didik. Kwalitas guru mempengaruhi keberhasilan pendidikan peserta didik. Jumlah guru harus sebanding dengan perbandingan antara jumlah guru dengan berapa jumlah peserta didik . Perbandingan 40:1, 25 : 1, 5 : 1  atau berapa perbandingan yang ideal .

Pemerintah  pada kenyataannya belum bisa mengadakan guru untuk seluruh bangsa ini. Padahal pemerintah sendiri yang menyatakan kewajiban belajar sembilan tahun. Sebagai bukti, masih banyak guru honor yang sukarela mengajar di sekolah yang didirikan oleh pemerintah. Bahkan betapa menjamurnya sekolah-sekolah yang didirikan oleh lembaga pendidikan swasta, yang gurunya yang bukan PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) , kebanyakan guru honor. Mereka  berjibaku, berjuang penuh semangat berpartisipasi  mencerdaskan anak bangsanya., sekalipun upahnya tidak seberapa, tidak sesuai dengan upah minimum, jauh dari UMR .

Kecilnya upah tidak mengurangi semangat mereka untuk mentransper  berbagai ilmu pengetahuan  kepada generasi bangsa. Mereka bekerja penuh pengabdian. Mereka lugu, tidak banyak menuntut kepada pemerintah.  Mereka tidak banyak menuntut agar mereka diperhatikan kesehatannya dan kesejahteraannya. Sekalipun mereka bekerja berpuluh tahun; mereka tidak ngotot agar mereka diangkat menjadi PNS.  Apalagi jika pemerintah membatasi umur calon PNS.

Memang nampaknya pemerintah sangat menginginkan orang-orang muda menjadi  PNS, sedangkan mereka kini sudah tua umurnya,lebih dari 35 tahun. Pada usia 20 tahun baru tamat akta empat, 25 tahun menjadi guru honor. Kini mereka usianya 45 tahun, syarat calon pegawai negeri maksimal 35 tahun. Jelas mereka bukan kategori menjadi calon PNS.

Mereka bekerja berbekal ilmu yang didapat dengan penuh perjuangan. Studynya   menghabiskan   materi  yang banyak ,menguras kekayaan orang tuanya. Entah berapa luas tanah orang tuanya yang dijual, entah berapa ekor sapinya , kambingnya atau hasil pertanian orang tuanya yang dijual untuk membiayai studynya. Memang, biaya pendidikan tidak murah, pemerintah belum bisa menggratiskannya.

Sebagai manusia normal , terkadang merekapun malu terhadap orang tuanya ,yang telah menginvestasikan hartanya untuk menyelasaikan studynya. Orang tuanya sangat menginginkan anaknya menjadi pegawai negeri. Agar anaknya kelak menjadi manusia terhormat, mendapat gajih tetap, bisa mencicil rumah, bisa menambah kesejahteraannya dengan menborhkan SK gajihnya, jaminan  kesehatannya ada askes, mendapat pensiun untuk jaminan masa tua, dapat berbagai macam tunjangan, dan sebagainya.

Pada kenyataannya lain, anaknya masih jadi guru honor, yang upahnya tidak seberapa, yang masih sering merepotkan orang tuanya. Bahkan kini anak istrinyapun masih merepotkan orang tuanya.  Mereka malu belum bisa membahagiakan orangtuanya.

Menjadi guru honor sampai tua, menjadi kenyataan hidupnya. Mereka bahagia anak didiknya menjadi pemimpin, pejabat, pengusaha sukses, anggota dewan terhormat, tokoh masyarakat. Mereka terhibur dan bersyukur peserta didiknya menjadi orang yang subur, makmur dan tidak takabur.

Mereka berharap, para peserta didik yang sudah duduk di kursi empuk , yang dekat dengan orang-orang yang berkuasa, yang mempunyai wewenang dapat  memperhatikan nasib guru honor. Pemerintah tidak usah repot mengeluarkan biaya untuk menseleksi calon guru PNS. Guru honor yang sudah berpengalaman, yang propesional diberi SK menjadi PNS. Guru PNS yang diberi SK itu bukan  orang yang baru, bukan karena hasil suap, atau hasil seleksi yang tidak terpuji.

Guru honor diperhatikan sesuai dengan  undang-undang tentang Guru dan Dosen. Kesejahteraannya dan  kesehatannya  tidak diabaikan.

Mereka berharap jangan pernah terjadi lagi guru honor masa yang akan datang bernasib sama sepertinya. Biarlah mereka yang terakhir.

Apa boleh buat, mereka dilahirkan untuk menjadi pejuang, pahlawan tanpa tanda jasa.

Belum Ada Tanggapan to “Guru Honor Sampai Tua”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: