Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Lalangse Hate

1. Pikasebelen

Jum’at, 20 Pebruari 2010-

Dasar

Aya deui- aya deui

Dasar

Poho deui-poho deui

Dasar

Anu lemah

Loba alesan

Dasar

Pikasebelen……………………..

Jaman  Terus   Ter gerus

Selasa, 6 Oktober 2009

Terus berjalan lurus

Menuju jalan yang lurus

Jaman terus tergerus

Oleh makhluk yang tak terurus

Iman, amal sangat kurus

Banyak uras urus

Yang tak tahu urus

Yang tidak menggunakan rumus

Akhirnya tergerus

Dan terjerumus

2. Kepedulian

SENIN, 5 Oktoiber 2009

Kebahagiaan tak terperi

Diantara serentetan berita gempa padang menggema

Disaat ada seorang yang mau membantu

Keberlangsungan pesantren tua menua

Yang belum bermutu

Yang nyaris habis dimakan waktu

Disaat manusia tak peduli membantu

Disaat manusia berpikir sendiri-sendiri

Disaat manusia masa bodoh,  menjauhi ulama

Disaat manusia tak percaya lagi umara

Disaat manusia membangun hegomini

Gila harta, pangkat dan wanita

Sekalipun hanya sekedar niat tulus yang ada

Pada diri Nursalam

Dari dia yang terdengar

Entahlah … kebahagian itu ada

Apalagi jika  memang ada

Ya , Alloh ! wujudkanlah niat tulusnya

Membantu kami berdakwah

Mengembangkan pesantren

Ya Alloh kabulkanlah do’a kami

Amiin!!!!

3.  Hate Teu  Meunang  Dibobodo

Selasa, 15 September 2009

Duh, kacida hesena kabageuran

Duh kacida mahalna Kasholehan

Duh, kacida langkana kajujuran

Mana atuh pamimpin anu adil teh?

Mana atuh aghniya anu bageuran teh?

Mana atuh pamuda anu mujahid teh?

Mana atuh baraya anu bakal mantuan teh?

Ah, mana atuh?

Jonjon nungguan

Anteng ngadagoan

Nepika nyeri beheng sosongeteun

Bosen mere kasabaran

Pikasebeleun

Anjeun bet ngadoja wae

Lain,

Lain , teu nyaho

Lain teu ngarti

Hate teu bisa dibobodo

Sanajan anjeun ngolo

Da  lain anu boloho

4.  Teu  Walakaya

AHAD, 13 SEPTEMBER 2009 , 23 RAMADHAN 1430

Lamun seug inget kana asal muasal kajadian

Sok rajeun sakapeng ngahuleng,

Lamun Lampah salah jadi paripolah

Anu padahal  geus janji pasini  jeung anu Mah Suci

Bakal ibadah moal salah

Duh Gusti!

Runaos abdi lamokot ku dosa

Mugia Gusti kersa ngahampura

Kana laku lampah abdi salilana

Rumaos teu aya daya pikeun nyingkahan maksiat

Sareung teu aya upaya pikeun ngalakukeun tho’at

Iwal pitulung Gusti

Duh Gusti!

Mugia nuduhkeun kana  jalan anu dipikarido ku Gusti

5.  Hati yang Bergetar

Jum’at , 4 September  2009

Malam ini ,tanggal 14  Ramadhan 1430 H

Aku ,istri, dan anak-anakku berjamaah buka puasa dan shalat maghrib, isya dan tarawih

Fikri, anakku yang pertama yang mempunyai  ide.

Muadz , anakku yang kedua baru mulai lagi pergi ke pesantren

Adnan dan Azmi ,anakku  yang ketiga dan keempat , yang selalu menghiburku

Istriku sangat perhatian kepada mereka

Terima kasih ya Alloh

Kami digerakkan untuk berbuat yang terbaik

Untuk tunduk mentaati perintah-Mu

Berilah kami keshabaran dan ketawakkalan serta istiqomah dalam beribadah kepada-Mu

Amiin

Abi!

Mengapa marah?

Bukankah ,abi mau ikut?

Kita akan pergi bersama-sama

Menjenguk kang fikri dan mengantarkan kang muadz ke pesantren

Azmi, mengingatkanku.

Hati ini tertohok

Tersentak terkesima

Terasa tersambar kilat

Anak sekecil itu , berkata lembut dan indah

Yang bisa meluluhkan hati yang sedang membara

Terima kasih azmi!

Semoga puasa , tadarus dan nasehatmu dapat  mengurangi beban abi.

Terima kasih azmi, aku sayang kepadamu

Semoga engkau istiqomah dengan kesholehanmu selama ini.

Terima kasih azmi!

Tuhan!

Sekalipun kesalahnku berulang-ulang

Berilah aku peluang untuk memperbaiki semua kesalahan

Berilah aku jalan untuk berbuat yang terbaik untuk meraih keridloan-Mu

Semua kesalahan itu adalah proses yang belum tuntas

Semua kesalahan itu adalah karena kebodohan dan kelemahanku

Tuhan!

Cabutlah kebodohan itu agar dapat mengetahui keharusahannya

Kuatkanlah keimanamku agar dapat melawan kemalasan untuk mengetahui kebenaran

Selalu kuat dan kontinyu untuk menjalankannya dengan ikhlas

Tuhan!

Hanya Engkaulah yang dapat merubah semuanya.

Kabulkan do’aku, Tuhan!

6.   Lega

Rabu, 25 Agustus 2009

Alhamdulillah,

Lega ..

Senang

Ngecor telah selesai

Sekalipun ada yang belum selesai

Utang semen, besi, kayu, tabungan ,bmt  masih ada

Utang rencana peralihan masih harus disiasati

Lega

Senang

Madrasah sudah terwujud

7.   Pengorbanan

Ahad, 19 Juli 2009

Memang terasa berat

Jika terus dirasakan

Tidak ada yang semudah yang dibayangkan

Semua memerlukan pengorbanan

Yang tak dapat diperhitungkan

Hdiup , memang penuh pengorbanan

Tak dapat dielakkan

Jalani semuanya dengan penuh ketawakkalan

Hidup, mesti dilalui dengan penuh tantangan

Anakku, hari ini adalah pelajaran

Untuk masa yang akan datang

Anakku, kuatkan hatimu

Jangan pernah mundur untuk kekalahan

Majulah untuk kemenangan

Memang perasaan akan terasa menyakitkan

Padahal itu sekedar pengobatan

Untuk masa yang akan datang

Anakku, kuatkanlah azammu!

Kuatkanlah tekadmu.!

Kuatkanlah niatmu!

Lawanlah semua keraguan itu

Itu hanya sebagai penghalang

Menuju kebahagian.

Bergeraklah untuk menang

Senin, 18 mei 2009

Tak terasa  hari demi hari ku lalui

Rasanya baru saja kemarin

Padahal mereka sudah pada besar

Maafkan abi, sayang

Abi tak dapat sepenuhnya memberikan yang terbaik

Inilah kesalahan yang abi rasakan

Sekaligus kelemahan dan kekurangan abi

Hanya satu yang abi harapkan

Semoga menjadi manusia yang bermanfaat

Di dunia sampai ke ahirat

Jangan memandang yang sementara

Masa depan masih panjang

Hari ini terus berlalu

Hari kemarin tak akan kembali

Waktu terus berlalu

Kesempatan tidak akan terulang lagi

Detik, menit , jam, hari , minggu, bulan, tahun ,

Silih berganti

Anakku…….

Kejarlah semuanya

dengan hal yang bermanfaat

Jangan sia-siakan semuanya

Jangan termakan dengan kesia-siaan.

8.  Tegar

Rabu, 14 mei 2009

Bergetar tampak badannya

Menahan  sakit

Bergetar

Mengiringi usianya

Melekat pada kondisi

Yang telah udzur

Tapi … masih tampak kesegaran

Yang penuh makna

Penuh pasrah…

Ikhlash menerima kenyataann

Apa adanya

Subahanalloh

Betapa tegarnya ..

Mesti harus dirawat

Ayah, semoga cepat sembuh

9.  Tidak Mau Merepotkan

Kamis, mei 2009

Ya, sakit ….

Tapi tidak menghalanginya untuk mengabdi kepada-Mu

Ya, sakit…..

Tapi tidak mau merepotkan orang lain

Yang masih bisa dilakukan , dilakukannya

Tidak harus mesti menyuruh yang sehat

Dilakukannya, sekalipun harus  banyak istirahat

Ah, tidak …mesti dikerjakannya sendiri

Terus melakukannya.

Ya, Alloh,

Betapa mandirinya, beliau

Ayahku, yang kucintai.

Semoga lekas sembuh.

10.  Aku Bukan Kamu

Jum’at 1 mei 2009

Ah , kamu terus menerus menggoda

Tidak bosan kamu menghancurkan hati ini

Tidak bosan mempermalukan

Tidak bosan menjatuhkan

Tidak bosan mensepelekan

Tidak bosan melelahkan

Tidak bosan melecehkan

Ah, kamu juga memuakkan.

Dasar , kamu tak tahu perasaan

Oh, ya kamu bukan aku

Aku bukan kamu

Kamu, ya kamu

Aku, ya aku

Memang nya kamu inginnya begitu

Yang terpikirkan kepentingan kamu

11.  Bekerja Sendiri Akan Lebih Nyaman

April 17 2009

Siapa bilang, orang yang dekat denganmu akan membahagiakan kamu

Justru orang dekatlah yang akan ngadoja kamu selalu

Siapa bilang , orang dekat akan membantu kamu

Justru yang lebih tahu bahwa kamu akan merepotkannya

Siapa bilang, orang tidak mau direpotkan

Justru , bagaimana akan bisa menolong jika dia butuh pertolongan

Semuanya akan mementingkan pribadinya

Semuanya tidak mau rugi

Semuanya ingin menang

Semuanya ingin enak

Semuanya tidak mau direpotkan

Mengapa harus merepotkan

Bekerja sendiri akan lebih nyaman

Dari pada menunggu pertolongan orang lain yang belum tentu .

Percaya diri, jangan diberikan keprcayaan kepada orang lain

Harus juriga bahwa orang lain bukan kepercayaanmu

Kepercayaanmulah yang dapat dipercaya orang lain

Jangan pernah percaya kepada orang yang tidak dapat dipercaya

Jangan pernah memberikan kepercayaanmu kepada orang lain

Jika kamu tidak percaya

Bekerja sesuai dengan kepercayaanmu yang akan menghasilkan

Pekerjaanmu yang diberikan kepada orang lain belum tentu selesai

Bagaimana akan selesai jika mereka juga harus bekerja sesuai dengan kebutuhannya

Kebutuhanmu tidak akan sama dengan kebutuhannya

Menangislah orang yang selalu memberikan pekerjaannya kepada orang lain

Orang lain akan bahagia mendapatkan pengalaman yang mestinya itu miliknya

Puaslah dengan pekerjaanmu sekalipun masih harus dilanjutkan

Tandanya kamu telah bekerja

12. Bermimpilah yang Indah-indah

Maret 2009

Tak usah dipikirkan hal yang tidak bermanfaat

Fokuslah pada masalah yang bermanfaat

Jangan terganggu dengan hal yang sepele

untuk berbuat

yang bermanfaat

Hal sepele itulah yang akan menghambat

Setiap gerak mau cepat ataupun lambat

Bergerak terus menerus akan menghambat

Ah, apa artinya semua itu

Memang jika terfokus pada masalah sepele

Tidak akan berbuat yang besar

Tidak akan sampai

Bahkan akan diam tidak berkembang

Tidak bergerak,

tetap di tempat

Bahkan terlambat

sampai sekarat

Sekali lagi jangan terpengaruh dengan masalah  sepele

Bermimpilah yang indah=indah

dan fokuslah pada mimpi indah itu

Diantara mimpi-mimpi itu

ada mimpi yang akan menjadi kenyataan

Memang.

jika selalu dipikirkan

dan diusahakan

Jangan  terlalu yakin orang yang dekat akan membantu

Bisa jadi justru menjadi penghambat

Dan justru orang jauhlah yang akan penuh perhatian dan akan senantiasa membantu

Sekalipun telah banyak pengorbanan yang diberikan kepadanya

Karena mereka menganggap sekalipun yang dekat itu banyak berkorbannya

memang itu kewajibannya . titik , tidak usah ada konsekwensi yang lainnya.

Yang dekat disakiti, tinggal minta maaf. Sudah titik. Beres.

Yang harus dijaga orang jauh,

mereka harus tahu bahwa dirinya penuh perhatian,

penuh rasa kasih sayang,

penuh dedikasi,

penuh  pengorbanan,

sekalipun harus mengorbankan hartaya  yang bersumber dari yang dekat.

Dia pikir kelak orang itu akan membicarakan segala kebaikannya ,

dia pikir orang dekat tidak akan memberikan penghargaan kepadanya

sekali lagi tidak akan memberi penghargaan .

jika yang sepele diperhatikan

justru akan menjadi-jadi

bergerak, bergeraklah jangan cepat lelah

sembunyikanlah hal sepele  dengan tenang

tenang, tenang dan tenang

jangan lelah untuk bershabar

ikutilah gerak itu dengan lurus

terfokus

13. Getaran Hatimu Merasuk dalam Hatiku

Ibu, maafkan aku

Tak banyak yang bisa kulakukan

Untuk kebahagiaanmu

Sungguh aku sangat bersalah

Tidak bisa membalas segala pengorbananmu

Kini aku sangat terpukul

Mesti apa yang harus kulakukan

Maafkan aku, ibu

Raut wajahmu tampak keihlasan

Mengantarkan kedewasaanku

Perhatianmu penuh untuk membimbingku

Kata-katamu sangat bermakna

Getaran hatimu merasuk dalam hatiku

Langkahmu sangat berguna bagi masa depanku

Nasehatmu sangat menyejukkan batinku

Subhanalloh , kehidupanmu sangat berarti bagiku

Namung , terkadang aku sering tidak merasakan

Bahwa aku telah berbuat salah

tak mau tahu

Tak tahu diri

Tak tahu perasaan

Tak tahu balas jasa

Sering melalaikan

Sering menyakitkan

Sering membiarkan

Maafkan aku, ibu

Sungguh , seandainya itu benar

Aku tak tahu

Dan itu semua tak kusengaja

Semoga ibu ma’lum

Selama ini aku banyak memperhatikan

Dan memikirkan tugas

Sebagai salah satu yang akan  ku perlihatkan kepadamu

Sebagaimana sering kau nasehatkan kepadaku

Bahwa aku harus memperjuangkan keberadaan

Dan keberlangsungan warisan peninggalan

Kebaikan kakek

Ibu, betapa banyak Persoalan

yang harus kuselesaikan

Aku belum bisa merayu orang lain untuk melesaikannya

Sering aku melihat dan memperhatikan mereka tak mau tahu

Mereka sering pura-pura tidak tahu

Mereka sering pura-pura sibuk

Mereka sering pura-pura sakit

Mereka sering pura-pura tidak bisa nelakukannya

Ibu, maafkan aku

Terkadang aku harus bekerja sendiri

Padahal hanya 24 jam sehari

Yang diberikan Alloh kepadaku dalam sehari

Bahkan itupun tidak bisa pool kugunakan

karena kelelahanku

Sedang aku hanya mempunyai

Tangan dua, kaki dua, mata dua, telinga dua, otak, hati dsb.

Yang harus dikerjakan lebih dari dua

Tidsk cukup 24 jam

Ibu, maafkan aku

Hal ihwal itu yang diperkirakan

Bukian kenyataan

Sungguh aku cinta kepadamu

Sungguh aku sangat sayang kepadamu

Sugguh aku sangat memperhatikanmu

Ya  Alloh, terimalah segala pengorbanan ibu

Amiin

14.  Kini Telah Udur  Tapi Tidak Kendur

Ayah , betapa bangganya aku kepadamu

Kesabaranmu terasa dalam

di hatiku

Kesederhanaamu meresap

dalam sanubariku

Tak banyak kata-kata

Tak banyak bersiloka

Tak banyak basa basi

Jalan lurus selalu yang kau pertontonkan

Karya nyata yang dicontohkan

Sangat membekas tak mudah hilang

Aku sangat kagum

Tak ada tandingannya

Aku sangat berhutang budi kepadamu

Hari-hari telah berlalu melalui masa  panjang

Penuh perhatian mendidik hingga kini aku berdiri

Mendampingimu

Terima kasih tak terhingga

Semoga aku akan bisa membahagiakanmu

Raut muka itu terlukis dalam bayanganku

Engkau telah berjuang mengarungi ruang waktu

berliku-liku penuh onak duri

Keriput tertarik

Terpanggang terik matahari

Lapuk terseret usia

Tulang rapuh termakan waktu

Gigi berguguran

Tanggal terpental

Rambut memutih penuh uban

Kini telah udur

Tapi tidak kendur

Bertutur teratur

Runtut penuh manfaat

Teriama kasih

Terima kasih

Terima kasih , ya Rabb.

Terimalah segala pengorbanannya

Ah , masa bodoh

Berlalulah keluh kesah

Jauh dan menjauhlah

Jangan pernah kau kembali

Hadirlah

Segala kekuatan ilahiyah

Hampirilah , dekapilah

Jangan pernah punah

Jangan berlari dari sanubari

Ya Alloh, ya Alloh, ya Alloh

Hampirilah aku selalu dengan Hidayah-Mu

15. Siasatmu Bau Maksiat

Picik

Licik

Politik

Tik tak tik tuk

Bentuk

Kasak kusuk

Bau busuk

Tik tak tik tak

Berontak

Tap tup tip

Intip

Su sa si

Korupsi

Sik sak suk

masuk

ru ri ra

penjara

la li lu

lalu

dor der dar dar dar

Modar

Mandor

Keparat

Sanak kerabat

Rakyat

Mengangkat

Wakil rakyat

bejat

Berbuat maksiat

Sekarat

Pra dijemput

Malaikat maut

Apa maumu

Katakan

Aku tak percaya

Tetap aku tak percaya

Kata-katamu busuk

Tidak bermanfaat

Bagi rakyat

Apa yang akan  kau lakukan

Lakukanlah

Aku tak peduli

Tingkah lakumu……… keji

Tidak tahu……………… diri

Kenyataannya aku abaikan

Adanya berarti tidak ada

Siasatmu bau maksiat

Politikmu banyak intrik

Munafik

Idemu untukmu

Ideku untukku

Jangan pernah kau merayu

Aku jadi pengikutmu

Kasak kusuk mu

Adalah kedamaianku

Bersanding dengan kekasihku

Wahai harga diri

Kemari

Berlari

Menuju ridlo Illahi

Wahai harga diri

Jauhilah ilah-ilah bermasalah

Dekaplah aqidah islamiyah

Laa ilaha illalloh

Tiada ilah selain Alloh

16.  Katamu Bunglong Nafsumu

Kata sang pemujamu

Ulama , ajengan, syaihuna dsb.

Aku muak celotehanmu

Katamu gombal

Picik

Licik

Menyesatkan

Katamu untuk kepentinganmu

Katamu usaha dagangmu

Katamu bunglon nafsumu

Pakaiamu untuk menutupi aibmu

Tingkahlakumu bersandiwara

Lakon intrik, lelucon yang tidak lucu

Pendukungnya dibenarkan sekalipun salah

Lawannya disalahklan sekalipun benar.

tidak konsekwen , penuh pelanggaran

memenjarakan umat beriman.

17. Tak  Dipeliharapun Akan Lenyap

diam

menyendiri

nikmat

berdua berkomunikasi

denga illahi

sebagai pilihan

melupakan persoalan rumit

yang kerap hadir mengganggu

eksistensi hati

dan realisasi pemikiran

yang lain tidak

justru membuat gamang

tak tahu arah jelas

sedih….. pilu……..

menangis bukan solusi

gerak………. Berpikir………… Ihtiar….

sabar ………mensiati solusi

itu bukti realisasi hidup

mengeluh luluh

percunah melulu

mengadu tak mampu

menaklukkan nafsu

tak berguna sama sekali

hanya satu …di sana tempatnya

di sana tempat kembali

segala persoalan yang terjadi

diam tak bermakna

bisu tak ada guna

bicara tak berbekas

kekerasan meninggalkan dendam

tak berbuat apa itu bukan hidup

sudah barang tentu

belum sampai waktu

kekesalan ahirnya ditelan

ditelan  terus ditelan

sampai ujung bosan

tapi

hanya satu

di sana tempat kembali

tempat kembali yang abadi

dan

biarlah semuanya terjadi

sesuai yang dikehendaki

penyesalan

tak berguna dipelihara

memang hidup sedemikian  adanya

tak dipeliharapun akan lenyap

hidup terus bergerak

bergantian satu sama lain

seiring jaman dan kebutuhan

penyesalan yang sekarang

akan diubah dengan penyesalan yang baru

katakan tegar ….. sabar….

ungkapan yang  menyenangkan

tugas hidup

bukan permainan

tugas hdup

serangkaian perjuangan

tak mengenal  lelah

tak mengenal putus asa

itulah hidup yang sebenarnya

tak berguna bermain kata-kata

tak usah basa basi

realisasi apa adanya

berjalan apa adanya

tidak akan ada beban

tidak akan ada yang dirugikan

kecuali akan menguntungkan

sepanjang jaman

sampai titik terahir pengorbanan.

18.  Cinta

cinta itu bukan bearti cinta

cinta itu benci kemungkaran

cinta itu taat aturan

cinta itu tak menyenangkan

cinta itu penuh kesengsaraan

cinta itu keterbatasan

cinta itu keterkekangan

cinta itu bukan hura-hura

cinta itu bukan keserba adaan

cinta itu bukan kesenangan

cinta itu bukan kebebasan

cinta itu pengorbanan

cinta itu perjuangan

cinta itu kepahitan

cinta itu kesedíhan

bukan cinta jika keterpaksaan

bukan cinta jika ada pelanggaran

bukan cinta jika penuh dengan nyanyian

cinta itu keterkalahkan

cinta itu kehinaan

cinta itu keterpurukan

cinta itu kejenuhan

cinta itu kelelahan

cinta hakeki ada tapi sulit bagi yang tidak mau hadir.

hadir hadir pada cinta-cinta itu.

19. Kerjakan Apa Yang  Dapat Dikerjakan

Katakan  sebenarnya sekalipun pahit

Katakan apa isi hati

Katakan benar jika itu benar

Katakan salah jika itu salah

Jangan didengarkan jika akan menyalahkan yang benar

atau membenarkan yang salah

lihatlah apa yang dapat dilihat

kerjakan apa yang dapat dikerjakan

diamlah jika memang harus diam

menangislah jika harus menangis

tertawalah jika harus tertawa

bernyanyilah sepuasnya

jika memang enak didengar

apa harus berbuat sulit jika memang gampang

mengapa harus katakan mudah jika sulit

mengapa harus dipersulit

mengapa harus dianggap gampang

mengapa harus tertawa kalau tidak lucu

mengapa harus menangis kalau tidak sedih

mengapa harus marah

mengapa harus sakit

mengapa harus selalu menang

mengapa harus selalu mengalah

mengapa harus toreransi

tapi semuanya ada batas

Allah suka yang seimbang

Maka akan ada keadilan

20. Sebuah Harapan

Para leluhur itu ahli thoriqoh

beberapa diantaranya ada guru mursyid

perhaluslah sikap…

perkataan…

perbuatan….

tingkah laku jangan merugikan diri dan oranglain

perhaluslah apa yang lahir dan yang tersembunyi

janganlah memutuskan kebiasaan yang baik

bahkan tingkatkan kebiasan itu yang positif

jadilah penerus leluhur

sebagai mubaligh

sebagai penerangan

bagi dirinya dan orang lain

tetaplah satu langkah

menuju ridlo Alloh.

21. Bershabarlah, tidak Shabarpun Akan Terjadi

kekayaanmu luarbasa

mercedes sebagai bukti nyata

tempat tinggalmu hotel bintang lima

tapi kepedulianmu  tidak ada

padahal kekayaan dan penampilanmu

sangat bisa untuk itu semua

yang  benar aja

sabar

sabar

sabar

sabar

terus sabar

sabar lepada yang paling besar

sabar lepada yang paling kecil

sabar lepada yang dekat

sabar kepada yang jauh

sabar akibat perbuatannya

sabar akibat perktaannya

sabar akibat kelalaiannya

sabar akibat kedurhakaannya

sabar  akibat ketidaktahuannya

sabar akibat keconkakannya

sabar

sabar

sabar

sabar terhadap segala akibat yang terjadi

tidak ada pebuatan yang lebih baik

kecuali sabar

tidak sabarpun teap terjadi.

22. Biar Aku Telan  Semuanya

aku hanya terdiam

menunggu keputusan

tak berdaya

tak kuasa

tak tahu  jawaban

aku hanya terdiam

merenung

dan merenung

mesti apa yang harus kulakukan

apakah harus terus menunggu

atau

semuanya harus diputuskan

aku , sungguh tak tahu

penuh kebimbangan

aku terus ketakutan

untuk memutuskan

salahkah aku melupakan keputusan itu

apakah ini pertanda ketidak sabaran

atau

aku harus menunggu kabar baik dari langit

aku hanya terdiam

duduk menunggu jawaban

duduk merenung

menyesali ketidakbecusan

dan kebodohanku.

Ya.. terjadilah

Aku akan makan semuanya

Aku akan telan dalam-dalam

Tidak mesti kukunyah terlebih dahulu

Semuanya

Biar cepat habis

Biar cepat berganti lakon ceriteranya

Biar mereka segera puas

Telah melontarkan

Dan menamparkannya ke mukaku

Berbahagialah kau

Coba dan terus coba lagi

Kau tampar aku

Puaskan dirimu

Habiskan segala kekesalanmu kepadaku

Aku akan menerima semua kedolimanmu

Semuanya

Kunyanyikan kesedihan dengan untaian kata

Sebagai penghibur bagiku

Aku akan terus kunyanyikan dalam untaian kata

Hanya dalam untaia kata

Biar tidak terjadi lagi kesedihan pada yang lain

Biar kurasakan sendiri

Biar aku yang merasakan

23.  Hari  Depanmu Masih Panjang

Anakku…….

Segala keterbatasan

Memaksa untuk seadanya

Tak lebih

Terimalah ….

Syukurilah

Inilah kenyataan

Terimalah

Pandanglah ke depan

Hari depanmu masih panjang

Keberhasilanmu sangat ditunggu

Raihlah cita-citamu

Jangan terganggu dengan segala keterbatasan

Lupakan keterbatasan

Gapailah keberhasilanmu

Pegang eratlah kebahagianmu

Ingat …..keterbatasanmu tidak akan mengurangi kemulianmu

Kemewahan sering mengakibatkan kehinaan

Kekayaan bukan jalan satu-satunya kebahagiaan

Bergeraklah

Terus bergerak

Gerakkan kemampuan yang ada

Untuk mendapatkan yang belum ada

Sebagai alat untuk bergerak

Sampai waktu tidak bisa  bergerak

Diamlah

Jika diperlukan

Diam yang menguntungkan

Diam yang dapat menggerakkan

Gerakan-gerakan yang dibutuhkan

Diam sebagai masa pencarian

Setiap hari kutunggu

Harapan-harapan

Kerap kali harapan tidak sesuai dengan kenyataan

Setiap hari kutunggu

Janji-janji

kerap kali tidak terbukti

setiap hari aku menunggu

penyelesaian  semua masalah

kerap kalah dan salah

dan terus menunggu

sampai aku tak mampu menunggu

sampai harapan, janji-janji dan penyelesaian masalah

bukan waktunya

dan tak perlu ditunggu

ada yang hilang

pada waktu yang telanjang

masa yang penuh rasa bimbang

sekarang

penuh bintang

tak  berderang

hanya bayang-bayang

sekarang

bincang-bincang

hanya bayang-bayang

sekarang

rakyat meradang

penuh rasa bimbang

melayang

bagai layang-layang

melayang……………………

terus melayang

dan menghilang

pusing

tujuh keliling

sekarang

produk undang-undang

hanya bayang-bayang

berpihak kepada yang beruang

omong kosong

hari-hari berlalu

mengikuti relung waktu

yang penuh liku -liku

tak bisa menunggu

melenyapkan kesempatan

penimbun kemalasan

berenang angan-angan

menyelam ketakutan

berbuah penyesalan

duh, kebodohan

enyahlah

wahai hidayah

kemarilah

bermainlah

kemarilah

masuklah

masuklah

terus masuklah

diam, dan diamlah

diamlah………………

gayamu

meyakinkan

caramu

kurang ajarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

cuah…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

menyebalkan

busukkkkkkk

bau busukkkkkk

hari-hari terus berlalu

aku merasakan

betapa tidak mudahnya meraih kesuksesan

semuanya harus melalui segala rintangan

tanpa membedakan warna kulit, keturunan, kekayaan, jabatan, dsb.

Oleh karena itu

Jangan menyangka bahwa keluarga akan mempermudah persoalan.

Justru terkadang dari pihak keluarga sumber kesulitan.

Yang tidak mudah disiasatinya

Kadar kesulitan bisa juga tergantung kecerdikan

Atau komitmen awal  yang disepakati bersama

Jangan pernah menyangka bahwa uang, jabatan, keturunan , pangkat itu yang hanya   akan menyelamatkan.

Bukan . justru terkadang itu yang menyebabkan kecelakaan.

Kenikmatan itu bisa jadi karena tidak banyak kekayaan, tidak punya jabatan, bukan keturunan ningrat, bukan pangkat tinggi, tapi karena kesederhanaan dan  ketulusan dsn kelurusannnya.

Ah, sia-sia berbicara , jika tidak bermakna

Sia-sia berkarya, jika tidak berguna

Sia-sia diam, jika meninggalkan dendam

Sia-sia marah, jika tak berubah

Sia-sia pentas, jira tidak membekas

Sia-sia membaca, jira tidak mengana

Apa mesti dilakukan, kalau tidak diperlukan

Apa mesti ditinggalkan, jika akan menyelamatkan

Apa mesti dipertahankan, jika merugikan

Apa mesti peduli, jika tak berarti

Mengapa harus dikatakan, jika akan mencelakakan

Mengapa harus dikorbankan, jika akan menguntungkan

Mengapa harus dipersoalkan, jika tidak ada kesalahan

Mengapa hsrud dibingungkan, jika harus diselesaikan

Mengapa harus mengalah, jika bisa menyelesaikan masalah

Mengapa harus malu, jika memang perlu

Mengapa harus takut, jika ada sangkut paut

Datang dan pergi  tak berarti

Ada dan tidak ada tidak berpengaruh

Kehadiran tidak dapat membantu

Ketidakadaan tidak dapat mengurangi manfaat

Ah , kehadiran dan ketidakhadiran sama

Tidak mempengaruhi

Ah, keberadaannya sama dengan ketidakadaannya

Tidak,

Tidak berpengaruh sama sekali

Tidak berarti sama sekali

Ah, kamu

Datang dengan mempertontonkan kekayaan

Seperti senang dan tentram baginya

Padahal hatinya tidak sama sekali

Terlalu banyak persoalan yang dihadapinya

Kekayaan yang menumpuk itu

Adalah sekumpulan hutang yang harus dibayar

Setiap kali ditagihnya akan berdebar hatinya

Setiap kali ditanyakan akan merah mukanya

Tidak ada perubahan

Ditagih, ditanyakan, tidak ditagih dan ditanyakan

Sama tidak tentram

Hutang itu memjadi bayangannya di setiap keberadaanya

Hutang menjadi hal yang menyeramkan

Kecuali semuanya kekayaannya diserahkan sebagai tanda pembayaran hutangnnya.

Dan berarti habislah sudah kekayaannya.

23. Agul Kupayung Butut

April  2009

Lamun ras inget kana kaayaan anu sabenerna

Sok inggis nyebutkeunnana

Da rumasa loba kurangna

Euweuh pisan anu bisa ditembongkeunnana

Pikeun jadi contoh anu lianna

Istuning loba kalemahannana

Euweuh anu bisa diagulkeun

Da estuning teu boga nanaon

Heureut elmu suda kupangabisa

Da estuning euweuh pangabisa

Ari ngomong saukur tambah bau sungut

Ngan saukur hade tagog

Agul kupayung butut

Euweuh nanaonan

Ngan saukur aakuan

Da ari maot mah euweuh nu dibawa

Nu dibawa ngan saukur kalakuan

Kalakuan anu pas-pasan

Ngan saukur supaya akur jeung batur

Duh, nasib …

Lamun seug inget kana kaayaan

Sok rajeun hayang seuri

Kupolah sorangan

Ongkoh nyaho

Tapi teu dilakukeun

Lamun seug kuring bisa ngapung

Meureun loba anu bisa didatangan

Meureun bisa loba nanyakeun

Meureun loba anu bisa dibadamikeun

Sangkan masalah gancang rengse

Da loba jelema oge ngan saukur disebutna

Euweuh pisan ngabantuina

Ngan saukur lalajo

Siga anu apilain

Siga anu teu butuh ku hasilna

Da anu eunggeus oge

Hayang ngadahar pang heulana

Sigana ulah batur

Bari teu saeutik oge mikeun hasil tapak gawe

Duh ,  naon atuh kahayangna

Teu kaciri  hayang mantuan gawe

Kalahka loba henang hening

Bari bisa lamun migawe

Duh , pangabisa

Duh, kalakuan

Duh, kaayaan

Nya, lamun geus adat kakurung ku iga

Hese ngajak benerna

Kalahka hayang bener sorangan

Keun bae batur cilaka oge

Keun bae batur ripuh oge

Keun bae batur nyeri oge

Keun bae batur rugi oge

Asal ulah sorangan

Asal ulah ngaganggu kapentingannana

Asal ulah ngaganggu rencanana

Asal ulah nganganggu organisasina

Ah, ketang bongan sorangan boga kahayang

Da, bener pisan, kudu bener sorangan

Di aherat oge euweuh anu nulungan

Iwal amal sorangan

Da , batur oge , mikiran karipuh sorangan

Matak ulah asa diteungteuingan

Itung-itung diajar keur jaga

Jeung kudu boga kayakinan

Ngan  Alloh  anu bakal bisa nulungan

Lamun seug dipikiran , moal kapikir

Unggal kajadian anu bakal

Anu lain bagiannana

Lamun seug dipaksakeun, moal kapaksa

Naha bet meunang cilaka

Naha bet kudu ayeuna, padahal keur suka-suka

Laku lampah anu ieu lain pagawean anu milampah

Anu milampah mah ngan saukur aakuan

Sabab hirup dihirupkeun

Maot dimaotkeun

Hirup jeung maot teu pisan ngaboga-boga

Ulah putus asa kukaayaan ayeuna

Boa isuk mah lain carita

Nu puguh mah mening gawe sabisa-bisa

Moteahkeun pangabisa anu aya

Ulah kabengbat ku anu cidra

Kalahka nambahan cilaka

Ulah nungguan nu can puguh aya

Bisi lain bageannana

Ulah sedih pedah dinyeunyeuri

Boa eta kanyaah Anu Maha Suci

Sangkan salilana ati-ati

Ngajaga kasucian diri

Lamun aya masalah ulah sok muyung

Angguran ngado’a ka Maha Agung

Sangkan meunang pitulung

Pagawean bisa rampung

Kudu loba ihtiar

Ku jalan diajar

Sangkan otak mencar

Digawe lancar

Lamun ras inget  ka anu  jadi anak

Sok ngaleketey hate

Sok inggis nganaha-naha

Pajarkeun kuring teu nyaah

Alatan loba merhatikeun anak batur

Anu padahal sabenerna nyaah kacida

Da atuh anak sorangan

Duh ¡ mugia ulah kanyataan

Sangkaan nana

Lamun ras inget kana kalakuan

Nalika amek ngaluarkeun amarah

Sok era parada

Naha bet kitu kalakuan

Siga lain anu ngarti pendidikan

Siga euweuh jalan deui salian ti eta

Duh , kaduhung Gusti

Hampura anaking

Hampura kuring

Rumaasa  salah

Rumasa teu bisa ngadidikna

Anu sabenerna ,teu pisan-pisan

Boga niat ngewa ka anjeun

Anu dipikangewana mah kalakuan anjeun

Sangkan anjeun ngabiasakeun kahadean

Keur bekal anjeun ka hareup

Belum Ada Tanggapan to “Lalangse Hate”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: