Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Pendidikan Milik Semua Golongan

Pendidikan untuk semua, bukan hanya untuk yang kaya, yang pintar, yang normal fisik dan mentalnya. Tidak ada perbedaan dalam pendidkan . semuanya berhak untuk mengenyam pendidikan, baik untuk mengembangkan intelektualnya, spiritualnya, dan emosinya.  Semuanya rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikannya. Negara menpasilitasi rakyatnya untuk mendapatkan pendidikannya.

Biaya pendidikan yang dianggarkan oleh pemerintah bukan hanya untuk sekolah yang didirikan oleh pemerintah, tapi semua lembaga pendidikan yang berada di seluruh wilayah negara tersebut berhak mendapatkannya. Biaya pendidikan itu berasal dari pendapatan pajak seluruh rakyatnya, maka keperuntukannya juga untuk seluruh rakyatnya. Jika pemerintah memilah-milah memberikannya, berarti telah terjadi pendoliman, pemerintah telah berbuat dolim kepada yang tidak diberinya. Apalagi jika memberinya itu berdasarkan kedekatannya atau karena disogok dengan pelicin berupa uang atau iming-iming lainnya, itu sudah dua kali berbuat salah. Dosa pertama adalah main sogok. Main sogok hukumnya haram baik menurut undang-undang manusia maupun undang-undang Tuhan. Kedua telah berbuat tidak adil. Perbuatan tidak adil itu dikutuk oleh manusia dan dimurkai Tuhan.

Milik pemerintah adalah milik rakyat , pemerintah tidak bisa sewenang-wenang mengunakan hak rakyat. Jangan mentang-mentang berkuasa, seenaknya menggunakan hak rakyat, tidak perhitungan atau hanya memperkaya sendiri. Mentang-mentang berkuasa , seenaknya saja memberikan hak-hak itu kepada yang bukan haknya. Padahal rakyat sangat menunggu pemberian hak-hak itu. Jangan mentang-mentang berkuasa , membangun sana membangun sini, rakyat tidak merasakan hasil pembangunan itu, hanya orang-orang tertentu yang merasakannya. Ketika rakyat butuh, tidak terpenuhi dengan alasan sudah dipakai membangun ini itu.

Kota dibangun, segala diadakan, masyarakat kota dimudahkan kebutuhannya. Sementara rakyat pedesaan, sulit mendapatkan berbagai pasilitas yang sangat diperlukan untuk kesejahteraannya.

Mentang-mentang berkuasa, rakyat dipersulit segala kebutuhannya, yang dimudahkan itu hanyalah orang-orang yang dekat dengan kekuasaan, atau orang yang punya kekayaan atau pangkat. Dengan kekayaan bisa menyuap. Dengan pangkat bisa menjadi alat menakuti aparat , aparat tidak menurut dimutasi atau dipecat.  Pemerintah bukannya melayani, tapi selalu ingin dilayani. Mau melayani kalau ada tebusannya.

Seperti jaman peodal saja, rakyat sebagai hambanya raja. Rakyat harus selalu patuh kepada segala keinginan raja. Jika rakyat ada kemauan harus merengek, sujud dihadapan raja dengan mengaduh, takluk di bawah kaki raja. Segala yang diinginkan raja tinggal tunjuk sana tunjuk sini, sekalipun akan merugikan rakyatnya. Yang dipenuhi itu didahulukan kepentingannya atau yang berhubungan dengan kepentingannya, sekalipun harus menelan biaya yang sangat besar, sekalipun hasil keringat rakyatnya, dari berbagai sumber penghasilan dan sumber alamnya. Siapa yang berani maju, rakyat tidak akan menang. Rakyat lemah , tertindas.

Pendidikan harus dipermudah, jangan belat belit birokrasi yang tidak perlu. Biaya pendidikan juga harus semestinya merata ke berbagai lembaga pendidikan jangan tertunpu hanya pada lembaga tertentu. Yang miskin selayaknya mendapatkan pendidikan yang sama dengan yang kaya, yang kaya membantu yang miskin , yang pintar mengajar yang bodoh . yang miskin jangan dipinteri oleh yang kaya. Masa yang kaya mampu membayar ingin seperti yang miskin membayar gratis.  Yang kaya membayar manfaatnya untuk yang miskin.. Sekolah yang sudah maju memberikan sumbangan bahan-bahan pendidikan yang berlebihan kepada sekolah yang belum maju. Jangan mubadzir, menumpuk di gudang, atau dijual ke tukang loak. Sumbangkan ke daerah pedesaan yang sangat membutuhkan, yang belum tersentuh dengan teknologi modern.

Nampaknya, harus ada kerjasama dengan dinas terkait. Pemerintah jika akan memberikan sarana atau prasarana kepada suatu lembaga, didata terlebih dahulu , apakah masih ada atau sudah ketinggalan jaman. Jika demikian, barang tersebut bisa disalurkan kepada sekolah yang sama sekali belum ada., seperti halnya, alat praktikum IPA, alat peraga, kesenian, olah raga , komputer , buku-buku dsb. Tidak  apa bekas tapi masih layak, sekolah pedesaan sangat gembira diberi sumbangan sekalipun bekas. Jika tidak percaya, buktikan. Apalagi yang memberikan sumbangannya itu langsung oleh siswa-siswa atau pengurus OSISnya sebagai bahan pembelajaran kepedulian sosial kepada mereka.

Lihatlah di gudang-gudang sekolah elit atau sekolah yang kelimbungan dana pemberian pemerintah atau lainnya, pada kepala sekolahnya, pada  guru-gurunya, pada siswa-siswa nya. Lihat juga ruang LABnya, perpustakaannya, kantornya. Di sana banyak yang bekas tapi masih layak pakai. Salahkah kalau semuanya disumbangkan kepada sekolah yang masih sangat membutuhkannya. Dalam rangka kepedulian sekolah maju kepada sekolah yang mau belajar maju.

Sekolah jangan pamer dengan sarananya, kepala sekolah jangan pamer mobilnya, guru-guru jangan pamer dengan fasilitasnya, siswa-siswa jangan pamer dengan keelitan atau kenegeriannya. Tapi , lihatlah ke daerah nun jauh di sana yang jarang diperhatikan bahkan seakan-akan dikucilkan, karena ketidakelitan atau ketidaknegeriannya  atau saking jauhnya, baik jauh tempatnya maupun jauh pendekatannya.

Semoga dengan cara demikian, tidak pernah terjadi kecemburuan sosial antara mereka. Tidak pernah terjadi orang yang didolimi mendo’akan jelek kepada yang.mendoliminya. Ada kemajuan yang signifikan yang akan menguntungkan semua pihak dalam meningkatkan pendidikan nasional untuk meraih cita-cita dan mengisi kemerdekaan.nya. Semoga!!

Belum Ada Tanggapan to “Pendidikan Milik Semua Golongan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: