Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Tanpa Basa Basi

Generasi butuh Informasi untuk prestasi diri

Orang tua sangat menginginkan anaknya menjadi seorang yang shaleh, shaleh lahirnya shaleh bathinnya, rajin beribadah, bagus budi pekertinya, rajin belajar , berprestasi, berguna bagi dirinya, orang tua dan masyarakat, sukses dunya dan aherat.

Untuk membentuk generasi tersebut dilakukannya dengan berbagai cara, dengan sungguh-sungguh ,penuh pengorbanan , baik materi maupun non materi.

Dilakukannya terus menerus, mulai dari berdo’a, berihtiar berusaha mencari biaya, memenuhi kebutuhannya,mendidik dan mengajar di lingkungan keluarga,mencari tempat belajar putranya dari mulai pra sekolah hingga perguruan tinggi, mengawasi pergaulannya, dan sebagainya.

Diantara usaha orang tua itu memasukkan anaknya belajar di Taman Kanak-kanak Islam atau Radhauthul Athfal . Dicarilah TKI/RA yang bermutu yang mengajarkan pengetahuan Agama dan umum secara seimbang .Diharapkan setelah tamat belajar di TKI/RA tersebut anak dapat membaca Al Qur’an , membaca hurup latin , menulis, mengenal dasar-dasar menghitung., dan pengetahuan lainnya yang bermanfaat pada usianya.

Setelah tamat belajar di TKI/RA dicarikannya Sekolah Dasar yang memungkinkan dapat melanjutkan materi yang pernah diserap di TKI/RA. Dimasukkanlah ke Sekolah Dasar Islam Terpadu, yang didalamnya terdapat ligkungan pergaulan yang islami ,diajarkan selain pengetahuan secara umum juga diajarkan berbagai keterampilan ,pembiasaan beribadah dan budi pekerti yang baik.

Untuk menambah pengetahuan dan pembiasaan beribadah yang berada lingkungan pergaulan yang baik,anak setelah pagi hari belajar SDI/MI juga diaktifkan untuk belajar di Taman Pendidikan Al Qur’an dan Madrasah Diniyyah Takmiliyah.

Selain itu , mereka diajak mengikuti shalat berjamaa’ah di musholah atau masjid jami sebagai ajang silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama dan tetangganya serta kaum muslimin pada umumnya .

Hanya saja, orang tua tak dapat mengelak arus deras berbagai informasi yang digelontorkan rutin oleh Televisi, Internet dan berbagai media resmi maupun tidak resmi yang sampai ke rumah-rumah full 24 jam. Berbagai informasi itu ada yang bermanfaat untuk perkembanan jiwa anak dan banyak pula yang sepatutnya tidak pantas diserap oleh anak.

Selain informsi yang langsung maupun tidak langsung diserap oleh anak melalui media elektronik, juga sangat deras tingkah laku yang dipertontonkan oleh orang-orang kaya, orang-orang modern (katanya), orang-orang korban mode, orang-orang kafitalis, liberalis, hegomonis, dan alkoholis yang seronok nyaris tak bermoral, yang sangat mengganggu terhadap perkembangan pribadi anak..secara kasat mata di hadapan anak di dalam lingkungannya, dimana tempat anak bermain, bergaul dan berkomunikasi

Orang tua sangat kerepotan membendung tingkah laku seperti itu, karena sangat sedikit kemampuannya untuk melarang, apalagi bila di luar pengawasannya. Yang sangat memungkinkan untuk bertindak adalah tata tertib yang diakui oleh semua pihak, baik oleh yang bersangkutan, masyarakat dan pemerintah. Jika hal itu tidak terjadi, maka ancaman ketidak mampuhan dan ketidak berdayaan orang tua untuk merobah dan memperbaiki dan kebrokbrokan moral generasi muda akan menganga sepanjang masa.

Jika generasinya seperti itu, bagaimana nasib bangsa selanjutnya? Dan tidak mustahil akan melahirkan para pemimpin yang pandai korupsi dan tidak peduli akan nasib generasi dan kemajuan bangsanya.

Semoga yang demikian tidak terjadi, dan masyarakat beserta pemerintahnya bersama-sama melahirkan tata tertib yang dapat menaungi segala kepentingan moral rakyatnya, tanpa basa basi.

Belum Ada Tanggapan to “Tanpa Basa Basi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: