Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Sekilas Lembaga Pendidikan di Assalafiyyah Batujajar

Sejarah Persekolahan Assalafiyah

• TK Alqur an dan TP Alqur an

TKQ dan TRQ lahir dilatarbelakangi oleh sebuah keprihatinan melihat realita di lapangan mengenai perkembangan Pesantren Assalafiyyah yang semakin sepi dengan kegiatan kepesantrenan. Semakin hari semakin berkurang santrinya. Otomatis intensitas kegiatan kepesantrenan berkurang.

Pada saat itu yang masih bertahan hanya pengajian orang tua, hari Ahad, Kemis, dan Jum’at., serta 20 santri dan ada beberapa orang yang ngobong, yang sekaligus jadi pedagang di Pasar.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kegiatan kepesantrenan didirikan TKQ/TPQ Assalafiyyah pada tahun 1990.

Atas dorongan KH.Fahrudin dan Ibu Hj. Siti Sarha sebelum berdiri TKQ/TPQ diawali dengan kegiatan pembinaan oleh Ade Sulaeman yang berkaitan dengan materi TKQ/TPQ dan methoda Iqro.

Pembinaan tersebut diikuti oleh : Eulis Eni Rohaeni, Entis Sutisna, Dewi Karyani, Ai Rohayti, Entin Daryati, Siti Solihah, Siti Fatimah, Hera Haidariah, Bu Khotimah, Bu Nurjanah, Bu Nani Suryani, Bu Yani dsb.

Kemudian semua peserta pembinaan bersepakat untuk mendirikan TKQ/TPQ. Salahsatu cara untuk mendapatkan murid dengan cara memberikan undangan rapat pendirian kepada orang tua yang mempunyai anak usia 4 s.d. 11 tahun.

Alhamdulillah pada saat rapat itupun banyak yang mendaftarkan anaknya setelah melihat langsung keberhasilan methoda iqro, terdaftar 40 orang . dan satu bulan dari waktu rapat tersebut bertambah menjadi 100 orang.

Pada perkembangan selanjutnya TKQ/TPQ ikut membawa harum nama Pesantren Assalafiyyah, ditandai dengan semakin banyak jumlah muridnya dan keberhasilannya, dari berbagai daerah di Kecamatan Batujajar melebar ke Kecamatan Cihampelas, Cililin, Ngamprah dan Padalarang, bahkan ada yang dari Cimahi.

Pada tahun 1991 atas inisiatif Ade Sulaeman dan Agus Abdul Aziz Pesantren Assalafiyyah Batujajar bekerja sama dengan BADKO (Badan Kordinasi ) TK/TP Al Qur’an dan AMM (Angkatan Muda Masjid Mushola) Jogyakarta mengadakan penataran Methoda Iqro oleh KH. Khoer Yunus (Bogor), Drs. Sucipto (AMM Jogya), H. Drs Budi S (AMM Jogya) dan Drs. KH. Musthofa Kamal (AMM Jogya) yang diikuti oleh 80 orang.

Pada tahun itu juga , Pesantren Assalafiyyah dijadikan tempat “Coshing Instruktur Methoda Iqro” se- Jawa Barat sekaligus peresmian pendirian TKQ/TPQ Assalafiyyah, yang diliput oleh TVRI dan Radio Parahiang PR Bandung.

• Raudhatul Athfal

TKQ/TPQ diselenggarakan pada pukul 14.00 – 17.00 . sementera pada pagi hari nampak lengang tidak ada kegiatan belajar mengajar kepesantrenan kecuali pengajian rutin Santri .

Untuk mengisi kegiatan di pagi hari dan membimbing anak usia pra sekolah yang sering mengikuti belajar di TKQ , Pada tahun 1994 Pesantren Assalafiyyah mengadakan Raudhatul Athfal.

Sebagai pendiri dari Raudhatul Athfal adalah Eulis Eni Rohaeni, Ani Mulyani , Imas Puspitasari dan Titi Solihat.

Pada awal berdirinya , RA Assalafiyyah mempunyai 40 siswa yang berasal dari TKQ Assalafiyyah.
Setiap tahun perkembangan RA Assalafiyyah semakin menggembirakan dengan berbagai prestasi yang disandangnya.

Setiap tahun meluluskan 95 – 98 % muridnya bisa membaca Al Qur-an dan membaca Koran, bahkan ada beberapa murid dapat mengkhotamkan Al Quran 1 – 4 kali.

Pada perkembangan selanjunya RA Assalafiyyah sering menjadi RA percontohan di berbagai daerah.

• Madrasah Ibtidaiyah

Melihat perkembangan RA semakin pesat, maka ada keinginan untuk menpasilitasi lulusan RA yang mempunyai prestasi dan keinginan untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi yang tidak mengesampingkan pendidikan yang bekelanjutan.

Pada tahun 1998 berdiri MI Assalafiyyah dengan sebutan SD Terpadu, mengingat sebutan itu dipandang diharapkan mempunyai daya jual kepada masyarakat..
MI Assalafiyyah berdiri atas diilhami dengan kebutuhan akan lembaga pendidikan yang berkwalitas, yang berorientasi kepada kebahagian dunia dan akhirat, tidak ada dihotomi antara kepentingan pendidikan agama dan pendidikan umum., berilmu, beriman dan beramal sholeh.

Yang pertama mengusulkan berdirinya adalah Drs. AT. Saepuloh . Maka dibentuklah kepanitian pendirian Mi Assalafiyyah dan dirumuskan visi misi, dan tujuannya. Pada rapat pertama yang hadir adalah Drs. AT. Saepuloh (pencetus ide), Drs.Ade Sulaeman (Ketua Yayasan), Drs. U. Abidin (Tokoh Pendidikan), Drs. O. Sodikin (Tokoh Pendidikan), Drs. Nurdin Komara (Aktivis/LSM), Hj. Siti Maryam (Pengurus Yayasan), Hilman Koswara (Pengurus Yayasan), Moh. Ridwan (Pengurus Yayasan), dsb.

Pada awalnya mempunyai murid 7 orang. Setiap tahun terus berkembang , menghasilkan lulusan yang memuaskan, sehingga banyak yang daftar, sekalipun harus mengeluarkan banyak biaya . Karena keterbatasan tempat/ruang kelas ,terpaksa harus menseleksinya dan harus menolak yang daftar kemudian. Apa boleh buat, demi menjaga mutu kwalitas dan mempertahankan eksistensinya

Belum Ada Tanggapan to “Sekilas Lembaga Pendidikan di Assalafiyyah Batujajar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: