Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Pergi Haji Hasil Sertifikasi

Kini Lembaga Pendidikan menjamur di berbagai daerah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Semua orang akan mudah memasuki lembaga pendidikan tersebut. Terutama pada usia wajib sekolah , dari tingkat dasar hingga menengah pertama.

Berbagai cara yang dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk memikat para peserta didiknya. Ada dengan menonjolkan salah satu bidang studinya , ada menonjolkan di bidang ekstrakulikulernya, ada yang menonjolkan kedisiplinannya dan sebagainya sesuai dengan kemampuan yang ada pada lembaga pendidikan tersebut.

Lembaga pendidikan swasta lebih mandiri dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang diselenggarakan pemerintah. Mereka tidak terlalu menggantungkan kepada pemberian dari pihak lain, lebih terpokus kepada usaha yang sungguh-sungguh yang dilakukan oleh pihak para pendiri lembaga pendidikan itu sendiri.

Hal ini, dikarenakan keterbatasan kemampuan orang lain untuk merasa peduli terhadap perkembangan pendidikan lembaga tersebut. Juga tergantung kepada kepedulian orang lain untuk mengembangkan pendidikan itu sendiri. Berlaku masa bodoh, mau berkembang atau tidak lembaga pendidikan tersebut. Merasa kurang penting memperhatikan hal itu sekalipun mengingkan anaknya berpendidikan yang mampu menghasilkan suatu keuntungan dapat mencari pekerjaan setelah selesai mendapatkan ijazah.
Memiliki mental ingin selalu diberi ,kurang mau memberi.
Selalu ingin terima jadi, tidak mau bersusah-susah dahulu. Sekalipun banyak kekurangan dan ketinggalan dalam mencapai batas minimal kelulusan. Berorientasi kepada materi bukan kepada ilmu.

Kenyataan seperti itu , kebanyakan orang-orang awam, yang telah terjadi di lingkungan masyarakat. Memasukkan ke lembaga pendidikan itu bukan agar anak lebih pintar memahami ilmu , melainkan masalah akan menghasilkan uang lebih diutamakan.

Sistem kelulusan belum seketat dengan ketentuan yang telah dirumuskan. Lebih memilih aman, agar reputasi lembaga pendidikan tersebut tidak tercoreng di mata masyarakat dan pemerintah atasanya.

Memasuki ke jenjang pekerjaan itu berdasarkan ijazah bukan berdasar kemampuan pengetahuannya. Dikarenakan berdasarkan ijazah, terkadang berpikir tidak masuk ke lembaga pendidikan juga akan mendapatkan ijazah, jika berani membeli ijazah dengan belajar sesingkat-singkatya( sekolah tidak asal iuran ).

Apalagi setiap pendidik itu minimal harus berijazah S1, jika ingin dapat uang sertifikasi setiap bulan dari pemerintah.

Cara pemerintah seperti ini menimbulkan banyak guru yang memaksakan diri ikut kuliah yang sesingkat-singkatnya, asal dapat ijazah S1.

Di sisi lain ,dengan iming-iming sertifikasi memang ada manfaatnya, diantaranya : para pendidik jadi semangat ikut seminar, aktif di organisasi, aktiv di berbagai kepanitiaan, aktiv di berbagai perlombaan, dan sebagainya.
Sayangnya ada yang curang, tidak aktiv minta tercatat aktiv, tidak ikut terlibat minta tercatat ikut terlibat , dengan bukti pisik keterangan dari yang berkopenten. Dan yang berkopenten karena merasa dekat dan kawan lagi ngasih duit, ya terpaksa harus berbohong.

Ada peningkatan kesejahteraan dengan adanya sertifikasi itu. Diantaranya , dulu guru itu wajib digugu dan ditiru, tapi termasuk manusia langka bisa melaksanakan ibadah haji. Kini ada pendidik yang sudah lulus sertifikasi berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Salah satu hikmah dari sertifikasi dan pembayaran sertifikasinya ditunda sampai batas waktu ditentukan.

Ada berrmacam-macam cara mereka mensikapi

Belum Ada Tanggapan to “Pergi Haji Hasil Sertifikasi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: