Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Anak Bapaknya Tidak Diterima

Bapa oman duduk di bangku warung bi munah , dengan dua anaknya. Dari pagi pergi ke rumah enam anaknya dengan berjalan kaki. Perjalannya sering berhenti, terutama jika menemukan warung, biasanya kedua anaknya nangis minta jajan. Sekalipun sudah merasa sering anaknya minta jajan, tetap saja dikasih. Tidak akan berhenti nangisnya, bila tidak dipenuhi permintaannya. Ma’lum anaknya yang selalu mengikutinya itu masa-masana senang jajan, yang satu umurnya 3,5 th, dan yang satu lagi 4,5 th.

Apa boleh buat, anaknya itu harus terus dibawa kemana ia pergi, sekalipun harus berjalan kaki berkilo-kilo. Anaknya harus diurus , dipelihara, dijaga, dikasih makan, dimmandikan, dicebokkan. Setelah ibunya anak-anak pergi, pergi entah kemana. Kini disamping jadi bapa, mencari nafkah untuk anknya. Juga merangkap jadi ibu, yang mempunyai tugas seperti tadi. Tak habis pikir, mengapa istrinya mesti meninggalkan anaknya yang sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Betapa tega ibunya meninggalkan suami dan anaknya.

Kalau terus begini, tidak akan bisa mencari nafkah untuk bekalnya dan anak-anaknya. Supaya bisa usaha anaknya yang kecil ini harus dititipkan kepada kaka tirinya.

Jauh-jauh juga dikejar, agar keinginannya tercapai. Tapi apa boleh buat, kaka tirinya tidak mau menerima adik tirinya. Dari dulu mereka tidak menerima bapakna menikah lagi.

Belum Ada Tanggapan to “Anak Bapaknya Tidak Diterima”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: