Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Pembagian Hewan Qurban

Setiap tahun pada bulan dzulhijjah merupakan bulan yang penuh kesibukan bagi setiap lembaga yang mempunyai KBIH , mereka biasa menyelesaikan berbagai urusan yang berhubungan dengan pengaturan pelaksanaan ibadah haji, baik di negaranya maupun di tempat pelaksanaan ibadah haji. Pada bulan ini, juga akan menyibukkan para petani hewan qurban,bandar hewan qurban, distributor hewan qurban, dan para lembaga yang menyelenggarakan pelaksanaan ibadah qurban mulai dari tingkat RT sampai ke tingkat pusat.
Ibadah qurban merupakan sunnah Nabi Ibrohim AS yang diabadikan ditradisikan oleh ummat sampai sekarang. Ibadah qurban merupakan sarana mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa , yang telah memberikan berbagai kenikmatan yang luar biasa ,yang tak terhitung jumlahnya ,yang dapat dinikmati oleh panca indra ,dengan memberikan harta yang dicintainya dengan menyembelih hewan qurban.
Ibadah qurban sangat terasa manfaatnya oleh para dhu’afa, pada bulan Dzulhijjah bagi mereka merupakan bulan untuk perbaikan gizi. Biasanya mereka banyak yang memperhatikan dengan mempriotaskan pembagian daging qurban. Mereka kini bias memakannya, baik dengan cara disate atau digule. Padahal pada hari-hari sebelumnya , mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan makanan yang lezat tersebut. Ma’lum keuangan mereka hanya cukup untuk beli beras sebagai makanan pokoknya. Itupun terkadang uangnya tidak mencukupi untuk beli beras, sanggupnya beli nasi aking sebagai makanan anti lapar. Mereka biasanya jauh dari perkotaan. Di kota nyaris tidak ada yang makan nasi aking.
Pada kenyataan pembagian atau pendistribusian hewan qurban tersebut tidak hanya di kantong-kantong kemiskinan, bahkan lebih subur di perkotaan. Pantas saja, perkotaan dekat dengan sumber keuangan. Orang kaya di kampungpun banyak yang pindak ke kota, apalagi kalau terpilih sebagai anggota legeslatif atau mempunyai jabatan di perkotaan. Justru orang yang mau belajar kayapun banyak yang pergi ke kota, pulangnya pada hari lebaran. Rumah dan kekayaannya yang ditinggalkan di kampung ,uang dan belanjanya dihabiskan di kota banyak memberikan keungtungan kepada konglomerat. . Ke kampung membawa uang sekedar untuk biaya transportasi, bagi-bagi keluarga dan tetangga, oleh-oleh alakadarnya dan barang-barang untuk dipamerkan di kampungnya.
Giliran qurban , karena ke kampung jauh berabe membawanya, memilih ke dekat rumahnya dititipkan ke lembaga terdekat sekaligus untuk memperlihatkan kekayaannya kepada tetangga terdekatnya di kota. Di kampung sedikit yang melaksanakan ibadah qurban, mayoritas mereka yang termasuk golongan miskin , yang merupakan bagian dari 2,7 juta orang miskin di Indonesia. Kurangnya yang berqurban di kampong menjadikan suasana tidak berbeda dengan biasanya, hari biasa tidak mampu membeli daging sekarang bulan dzulhijjah tidak dapat bagian pembagian hewan qurban, biasa tidak makan daging sekarang juga sama belum kesampaian makan daging.
Tapi , semoga pada tahun sekarang tidak akan terjadi lagi kejadian seperti itu, karena sekalipun hewan qurban dititipkan pengurusannya kepada lembaga terdekat di kota, pembagiannya disebarkan kepada daerah-daerah yang merupakan kantong-kantong kemiskinan, selain di lingkungannya. Wallohu ‘Alam.

Belum Ada Tanggapan to “Pembagian Hewan Qurban”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: