Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Jadi TKW Karena Pusing Diancam Rentenir

Sudah dua tahun suami ibu Janda itu pergi ke alam baka. Kini dia sebagai ibu rumah tangga yang juga harus mencari nafkah untuk keempat anaknya. Zahra masih SMP kelas 3, Muthmainah masih SMP kelas 1, Ridlo masih SD kelas 5, dan sibungsu, Nabila baru SD kelas 3.
Siapa lagi yang harus membiayai mereka kalau bukan dia. Saudara ayahnya tidak mau tahu, nasib mereka. Apalagi saudara dari si ibu, pura-pura tidak tahu segala kebutuhan mereka. Alasannya sangat dapat diterima, saudaranya termasuk yang sangat mengharap beras raskin, yang sering terlindas oleh yang tahu posisi yang tidak tahu diri. Jangan memperhatikan orang lain, memikirkan nasibnya juga sangat menyibukkan dan melelahkan.
Terlalu banyak kebutuhan, sementara alat untuk memenuhi kebutuhan itu sangat sulit diraihnya. Dari pada semangat lebih banyak mimpi-mimpi indah yang jauh dari kenyataan, terlalu banyak waktu tersita menonton gaya orang kaya yang mempertontonkan kekayaannya, para politisi jaga posisi berdebat mempertahankan argumennya demi membela partai dan pendukungnya, para pengusaha mempertahankan perusahaannya, para penguasa mempertahankan kekuasaannya, para korupsi berargumentasi sekalipun tak dapat dimengerti .
Mereka telah lupa bahwa kemiskinan semakin hari semakin bertambah. “Ah, masa bodo.Memang Gue pikirin? Gue juga ripuh????”

Ibu Janda tak dapat memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya itu. Hanya sebagiannya, itupun duitnya dapat pinjam dari yang baik hati, Rentenir.
Hanya rentenir yang baik hati, sangat mudah memberi pinjaman uang untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, sekalipun harus membayar bunga sangat besar. Bunga yang besar itu kalah dengan segala kebutuhan yang mendesak.
Memang ibu Janda itu mempunyai usaha kecil, jualan gorengan. Modalnya tetap dari rentenir. Sekali dibutuhkan, keuntungan dan modalnya habis tergerus. Ingin bangkit lagi menjalankan usahanya lagi tetap rentenir yang paling baik ,ngasih modal.
Itu juga, banyak yang menyarankan pinjam ke bang pemerintah, bunganya kecil juga suka dapat hadiah. Ketika dicoba ternyata sangat belat belit, harus itu, harus ini, buat itu buat ini, harus ada itu harus ada ini. Yang kata orang sunda mah “tektek bengek”. Itu ini terkadang memberatkan. Belum, harus banyak antri panjang, kecuali pakai anu. Ya , kalau yang hamil besar mah keburu melahirkan.

Tidak kapok pinjam ke rentenir, sekalipun terasa sering terbebani. Rentenir ternyata sangat saklek.Kalau tidak ada untuk bayar harus diadakan dengan berbagai macam cara. Rentenir kesal rumahpun akan dijabel tidak ada ampun. Apalagi barang-barang yang kecil. Belum, akan keluar kata-kata pemaksaan, kata-kata ancaman, kata-kata yang tidak menyamankan, ditambah berbagai gebrakkan. Akibatnya, sakit kepala, pusing, stres, jika tidak ada iman bisa putus asa sampai bunuh diri. Sembunyi , dikejar sampai ketemu walaupun sembunyi yang sulit diketahui. Dikejar, terus dikejar sampai terkejar.

Ibu Janda merasa tertekan dengan masalah pinjaman ke rentenir yang banyak menumpuk , bunga berbunga, yang sudah lama tidak bisa dicicil.
Daripada terus menerus dikejar, dintrogasi, dan diancam, pikir dia lebih baik pergi menjadi Tenaga Kerja ke luar negeri, yang upahnya melebihi UMR di Indonesia. Kelak , jika sukses dapat membahagiakan anak-anaknya dan rentenir yang pernah berbuat baik. Anaknya bisa dititipkan di Panti Asuhan , Pesantren, Yayasan yang baik hati, jika keluarganya tidak mau menerima kehadiran mereka.

Lantas UU “pakir miskin di…. negara” kemana

Belum Ada Tanggapan to “Jadi TKW Karena Pusing Diancam Rentenir”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: