Abiazmi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Curhat Mang Mamat

Setiap hari bangun tidur pkl. 01.00 , sebelum pergi ke pasar Mang Mamat bekerja sebagai buruh ,membuat layangan sampai pkl. 03.00, untuk mendapatkan uang Rp. 5000. Sesudah sarapan nasi goreng , pkl 03.30 baru keluar rumah ,pergi untuk jualan rokok asongan.

Pergi dari rumah terpaksa harus jalan kaki sejauh 2 km, karena tidak ada kendaran yang beroprasi juga menghemat pengeluaran. Sekalipun pagi masih gelap, dia tetap pergi melewti jalan kecil melalui gang-gang dan kebun dan pematang sawah.

Dalam perjalanannya sering menemukan binatang yang hidup di tempat yang dilalui. Pernah suatu waktu dia akan mengurungkan niatnya pergi ke tempat dia bekerja, karena di tengah perjalanannya menemukan dua ekor ular yang besar sebesar pohon jambe yang melintang menghalangi perjalanannya. Tapi , dia berusaha untuk tetap pergi dengan sabar menunggu ular itu pergi jauh dari tempat itu. Tidak beberapa lama ular itu pergi meninggalkannya. Dengan penuh perasaan cemas dia melanjutkan perjalannya, takut dua ular tersebut mengejarnya.”Tuhan lindungilah kami dalam perjalanan ini”

Di Pasar Batujajar sampai pkl. 04.30, sudah banyak orang yang berjualan. Mang Mamat mengeluarkan kas rokoknya dari keresek ukuran 40, dia memulai dengan teriakan “Rokok!, Rokok, Rokok!!!!”
, menawarkan rokok sambil jalan menghampiri orang-orang yang akan membeli.

Terkadang dia harus berlari mendekati suara yang memanggilnya. Terkadang dia harus menaiki mobil terlebih dahulu , karena yang mau membelinya itu supir dan kernet Bus .Terkadang dia berlari menghampiri suara yang memanggil di dalam truk, supir dan kernek truk memanggil membutuhkan rokok eceran. Demikian, seterusnya, berjalan-jalan dan berhenti jika ada yang mau membeli. Terus berjalan dari terminal angkot Batujajar sampai Masjid Besar Batujajar, bulak balik dari pkl. 04.00 sebelum shubuh s.d. 16.00 sore ba’da Ashar, entah berapa puluh kilo dia harus berjalan setiap hari untuk mengais keuntungan Rp. 20.000.

Tidak jarang setiap dia sampai di rumahnya lagi pkl. 18.00 saat menjelang Maghrib. Jika tidak lelah dia melanjutkan membuat layangan lagi mengejar target memenuhi kebutuhan sehari-harinya untuk beli beras, biaya sekolah dan jajan anak-anaknya. Dan jika dia lelah , jangankan membuat layangan makanpun terkadang terlupakan karena dia lelap ketiduran.

Itulah sekelumit perjuangan seorang pedagang kecil yang semangat meraih keuntungan yang terkadang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari sekalipun dengan kerja keras luar biasa.

Sering dia ngiri kepada koruptor, betapa mudahnya mereka mendapatkan uang banyak hanya dengan selembar dua lembar atau beberapa kertas dan tanda tangannya.

Lantas , bagaimana tanggapan para koruptor, yang menggasak duit rakyat? Tidak adakah rasa kasihan kepada masyarakat kecil. Tidak ingatkah, yang digasak itu duit rakyat untuk mensejahterakan masyarakat? Bagaimana perasaan koruptor saat mereka menghabiskan duit rakyat dengan poya-poya mengikuti kemauan hawa nafsunya.

Belum Ada Tanggapan to “Curhat Mang Mamat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s